Minggu, 31 Oktober 2010

PENTINGNYA RETURNING CUSTOMER

Orientasi perusahaan untuk mendongkrak sales adalah melakukan promosi besar-besaran untuk meningkatkan market share atau jumlah pembeli baru. Promosi memang penting dalam rangka memperkuat brand. Namun perlu diingat bahwa aktivitas promosi untuk menggaet market baru dibutuhkan brand education yang cukup sehingga promosi pun harus dilakukan secara gencar. Oleh karena itu pasti akan membutuhkan biaya yang sangat besar

.

Perlu diketahui juga bahwa tingkat sales sangat dipengaruhi oleh pelanggan yang membeli ulang (returning customer). Bahkan pada umumnya 80% pendapatan dari sales berasal dari 20% pelanggan yang membeli kembali. Melihat hal itu maka tidak kalah penting bagi kita untuk melakukan treatment yang baik kepada para returning customer kita. Karena mereka lebih mencerminkan loyalty. Sebaiknya perusahaan memiliki database pelanggan yang dapat membantu marketing dalam memilah customer berdasarkan intensitas transaksi, pola/perilaku pembelian dan juga respon terhadap program-program yang kita lakukan.

Berbagai cara dapat kita lakukan dalam meretain para returning customer yang kita miliki, seperti program membership, special price, gift dan program-program lain yang memberikan nilai tambah bagi customer. Melalui special treatment tersebut akan membentuk relationship marketing yang akan memberikan keuntungan jangka panjang bagi perusahaan.
Customer yang sudah loyal sebenarnya cenderung tidak terlalu terpengaruh dengan price (harga). Contohlah ketika kita memiliki kartu perdana untuk Operator X, dan pada saat itu operator lain melakukan penurunan harga. Maka kita sebagai pelanggan yang loyal tidak akan terlalu merespon atau untuk segera berpindah ke lain hati.
Pada umumnya perusahaan pun memiliki budget anggaran yang sangat terbatas. Maka dengan itu penting sekali bagi kita untuk tidak hanya berpikir promosi yang jorjoran namun menggarap market yang sudah didepan mata “existing”. Karena mereka pun pada umumnya ingin diperlakukan berbeda dibanding yang lain.

MEMBANGUN KEPERCAYAAN DIRI ANDA DENGAN 7 KONSEP JITU

Tak dapat dipungkiri kita semua pasti pernah mengalami rasa tak percaya
diri sesekali waktu. Adakalanya agak sulit untuk membangkitkan kembali
rasa percaya diri itu sewaktu kita sedang membutuhkan. Sebenarnya ada
latihan sederhana yang dapat dipraktekkan untuk mendapatkan rasa
percaya diri Anda agar kembali ke jalurnya secepat mungkin saat
dibutuhkan. Berikut kami sampaikan tujuh langkah membangun rasa percaya
diri yang tak tergoyahkan

1. Perhatikan Postur Tubuh - Mungkin kedengarannya ini tak memiliki
hubungan dengan rasa percaya diri yang kita bicarakan ini, tetapi
sebenarnya bagaimana sikap duduk atau berdiri Anda, mengirimkan pesan
tertentu pada orang-orang yang ada di sekekliling Anda. Jika pesan
tersebut memancarkan rasa percaya diri, Anda akan mendapatkan tanggapan
positif dari orang lain dan tentu saja ini akan memperbesar rasa
percaya diri Anda sendiri. Jadi mulai perhatikan sikap duduk dan
berdiri untuk menunjukan Anda memiliki rasa percaya diri.

2. Bergaulah Dengan Orang-Orang Yang Memiliki Rasa Percaya Diri Dan
Berpikiran Positif - Lingkungan membawa pengaruh besar pada seseorang.
Jika Anda terus menerus berbaur dengan orang yang memiliki rasa rendah
diri, pengeluh dan pesimis, seberapa besarpun percaya diri yang Anda
miliki, perlahan tapi pasti akan pudar dan terseret mengikuti
lingkungan Anda. Sebaliknya, jika Anda dikelilingi orang-orang yang
penuh kebahagiaan dan percaya diri, makan akan tercipta pula atmosfir
positif yang membawa keuntungan bagi diri Anda.

3. Ingat Kembali Saat Anda Merasa Percaya Diri - Percaya diri adalah
sebuah perasaan, dan jika Anda pernah merasakannya sekali, tak mustahil
untuk merasakannya lagi. Mengingat kembali pada saat dimana Anda merasa
percaya diri dan terkontrol akan membuat Anda mengalami lagi perasaan
itu dan membantu meletakan kerangka rasa percaya diri itu dalam pikiran.

4. Latihan - Kapanpun Anda ingin merasakan rasa percaya diri, kuncinya
adalah latihan sesering mungkin. Bahkan Anda dapat membawanya dalam
tidur. Dengan kemampuan yang terlatih, Anda tak akan kesulitan
menampilkan rasa percaya diri kapanpun itu dibutuhkan.

5. Kenali Diri Sendiri - Pikirkan segala hal tentang apa yang Anda
sukai berkenaan dengan diri sendiri dan segala yang Anda tahu dapat
Anda lakukan dengan baik. Jika Anda kesulitan melakukan ini, ingat
tentang pujian yang Anda peroleh dari orang-orang - Apa yang mereka
katakan - Anda melakukannya dengan baik? Sebuah gagasan bagus untuk
menuliskan semua ini, hingga Anda bisa melihatnya lagi untuk
mengibarkan rasa percaya diri kapanpun Anda membutuhkan inspirasi.

6. Jangan Terlalu Keras Pada Diri Sendiri - Jangan terlalu mengkritik
diri sendiri, jadilah sahabat terbaik bagi diri Anda. Namun, saat
seorang teman sedang melalui masa sulit, Anda tak akan mau terlibat
dalam masalahnya hingga menguras emosi Anda sendiri kan? Tentu saja
Anda tak mau. Pebicaraan yang positif dapat berubah jadi senjata
terbaik untuk menaikan rasa percaya diri, jadi pastikan Anda menanam
kebiasaan ini, jangan biarkan permasalahan orang lain membuat Anda jadi
terpuruk.

7. Jangan Takut Mengambil Resiko - Jika Anda seorang pengambil resiko,
Anda pasti akan temukan kalau tindakan ini mampu membuahkan rasa
percaya diri. Tak ada yang lebih bermanfaat dalam menumbuhkan rasa
percaya diri layaknya mendorong diri sendiri keluar dari zona nyaman.
Selain itu, tindakan ini juga berfungsi bagus untuk mengurangi rasa
takut Anda akan ha-hal yang tak Anda ketahui, plus bisa dari pembangkit
rasa percaya diri yang luar biasa.

Lebih dari segalanya, selalu ingatlah bahwa Anda memiliki bakat dan
kemampuan. Pastikan Anda selalu melakukan yang terbaik untuk semua itu
dan inilah yang akan jadi batu loncatan terbaik untuk membangun rasa
percaya diri yang tak tergoyahkan.

KHUSNU DZHON / PIKIRAN POSITIF AWAL KESUKSESAN

Percaya atau tidak, sikap kita adalah cermin masa lampau kita, pembicara kita di masa sekarang dan merupakan peramal bagi masa depan kita. Maksudnya apa ? Ya, bahwa kondisi masa lalu, sekarang dan masa depan kita dapat tercermin dari bagaimana sikap kita sehari-hari. Camkan satu hal, sikap kita merupakan sahabat yang paling setia, namun juga bisa menjadi musuh yang paling berbahaya.


Bagaimana sikap mental kita adalah sebuah pilihan; positif ataukah negatif.

W.W. Ziege pernah berkata.”Tak akan ada yang dapat menghentikan orang yang bermental positif untuk mencapai tujuannya. Sebaliknya, tak ada sesuatupun di dunia ini yang dapat membantu seorang yang sudah bermental negatif.

Jika kita seorang yang berpikiran positif, kita pasti mampu menghasilkan sesuatu. Kita akan lebih banyak berkreasi daripada bereaksi. Jelasnya, kita lebih berkonsentrasi untuk berjuang mencapai tujuan-tujuan yang positif daripada terus saja memikirkan hal-hal negatif yang mungkin saja terjadi dalam kehidupan kita sehari-hari.

Kehidupan dan kebahagiaan seseorang tidaklah bisa diukur dengan ukuran gelar kesarjanaan, kedudukan maupun latar belakang keluarga. Yang dilihat adalah bagaimana cara berpikir orang itu. Memang kesuksesan kita lebih banyak dipengaruhi oleh cara kita berpikir.

Ingat perkataan Robert J. Hasting, “Tempat dan keadaan tidak menjamin kebahagiaan. Kita sendirilah yang harus memutuskan apakah kita ingin bahagia atau tidak. Dan begitu kita mengambil keputusan, maka kebahagiaan itu akan datang”.

Dengan bersikap positif bukan berarti telah menjamin tercapainya suatu keberhasilan. Namun, bila sikap kita positif, setidak-tidaknya kita sudah berada di jalan menuju keberhasilan. Berhasil atau tidaknya kita nantinya ditentukan oleh apa yang kita lakukan di sepanjang jalan yang kita lalui tersebut.

Dari beberapa buku yang saya baca beberapa tips berikut terbukti cukup membantu. Cobalah untuk menjalankan kegiatan-kegiatan berikut ini sebanyak mungkin dalam hidup kita. Sebagaimana untuk mencapai hal-hal lainnya, untuk menjadi seorang yang berpikiran positif, prosesnya harus dilakukan secara terus-menerus :

1. Pilihlah sebuah kutipan yang bernada positif setiap minggunya dan tulislah kutipan tadi pada selembar kartu berukuran 3 x 5. bawalah kartu tadi setiap hari selama seminggu. Baca dan camkanlah kutipan tadi secara berkala dalam sehari dan jadikan afirmasi, misalnya di meja kerja Anda, di dashboard mobil, atau di cermin kamar mandi. Jadikanlah setiap kutipan tersebut bagian pemikiran Anda selama seminggu itu.

Contoh :
“Seorang pemimpin yang baik adalah yang bisa membesarkan semangat dan harapan-harapan kepada anak buahnya.” (Napoleon Bonaparte). “Hari ini saya ingin menolong orang sebanyak mungkin” (Harry Bullis)

2. Pilihlah seseorang yang dalam hidup Anda yang Anda anggap berpikiran negatif. Cobalah cari hal-hal yang positif dalam diri orang itu dan ubahlah pikiran-pikiran negatif Anda mengenai orang tersebut dengan hal-hal positif tadi. Sebagai orang beragama, tolong doakan pula orang tersebut dengan hal-hal positif tadi dan mohonlah agar Tuhan menolongnya.

3. Pilih satu hari istimewa dalam seminggu dan jadikanlah hari itu sebagai “hari 10″. Bangunlah pada pagi hari dan yakinlah bahwa setiap orang yang akan Anda temui bernilai “10″, dan perlakukanlah mereka secara demikian. Anda pasti akan heran sendiri melihat tanggapan yang akan Anda peroleh dari orang-orang yang selama ini Anda anggap remeh.

4. Tandai suatu hari dalam seminggu sebagai “hari berpikiran positif.” Hapuslah kata-kata “tidak dapat,” “tidak pernah,” atau kata-kata lain yang senada, usahakan agar Anda menemukan cara untuk mengatakan apa yang bisa Anda lakukan.

5. Paling tidak sekali dalam seminggu, carilah suatu kesempatan untuk bisa memberi kepada orang lain dengan tulus. Lakukanlah suatu yang khusus pada suami/istri ataupun anak-anak Anda. Berbuatlah suatu kebaikan pada seseorang yang belum Anda kenal.

Siapa yang ingin sukses ?

Kuncinya jangan pernah sekali-kali berpikiran negatif !
Buang jauh-jauh hal-hal negatif; juga kalimat-kalimat negatif dari pikiran Anda !

Jangan pernah ada lagi kalimat-kalimat seperti :

“Pasti gagal;
Kami belum pernah melakukannya;
Kami tak sanggup melakukannya;
Saya belum siap melakukannya;
Itu bukan tanggung jawab kami; dan sebagainya”.

Selamat mencoba, dan ………………………………………….
SEMOGA sukses senantiasa bersama kita yang selalu berusaha maksimal
menggapainya.

Perbedaan Sales dengan Marketing

Apa bedanya menjual dan memasarkan? Pengertian kedua istilah itu memang suka rancu. Apalagi perusahaan pada umumnya lebih suka memakai marketing executive ketimbang salesman untuk tenaga penjualannya. Alasannya, ’salesman’ berkonotasi negatif di benak konsumen ketimbang ‘marketing executive’ yang kedengarannya lebih mentereng

Padahal peran sales sama pentingnya dengan marketing. Memang keduanya sama-sama ‘jualan.’ Perbedaannya, adalah sales benar-benar berjualan dalam arti yang sebenarnya yakni mendatangkan uang. Sales berusaha membuat transaksi: memindahkan uang dari kantong konsumen masuk ke kas perusahaan. Key Performance Indicator (KPI) utamanya adalah target penjualan.

Sementara itu pengertian jualan di marketing lebih pada meraih perhatian, pikiran dan hati konsumen sehingga mereka mau membeli produk kita. Bukan hanya berkeinginan membeli tetapi juga menjadi konsumen yang loyal. Jadi, kalau di sales kita berusaha memenangkan kantong konsumen, di marketing kita berusaha memenangkan persepsi konsumen.

Hubungan Sales dan Marketing

Sales baru bekerja setelah produk sudah tersedia sedangkan marketing sudah sibuk jauh hari sebelum produk diluncurkan. Adalah marketing yang merancang strategi produk melalui apa yang kita kenal dengan Segmentasi, Targeting dan Positioning (STP). STP itu lalu diwujudkan dalam marketing mix yang terdiri dari Product, Price, Place dan Promotion (4P).

Setelah strategi marketing selesai dirumuskan, produk sudah jelas STP-nya, barulah sales bekerja. Jadi marketing ada di tingkat pemikiran sedangkan sales pada level pelaksanaan. Jika pemikirannya betul, maka pelaksanannya pun betul.

Ibarat di dunia militer, marketing adalah saat dimana rencana penyerbuan disusun. Di mana lokasi musuh, berapa kekuatannya, berapa banyak logistik yang harus disiapkan dan bagaimana cara menjangkau lokasi. Jika strategi benar, eksekusinya benar.

Dengan demikian salesman tahu harus fokus ke konsumen yang seperti apa ketika menjual produk, tidak asal ketemu orang, langsung menawarkan produk. Salesman juga tahu harus ngomong apa ke konsumen, apa yang membedakan produknya dengan kompetitor. Salesman know what to expect sehingga mereka bisa lebih efektif.

Secara singkat marketing is the brain sedangkan sales is the muscle.

Masih banyak perbedaan sales dan marketing, silakan menambahkan sendiri sesuai dengan pikiran atau pengalaman Anda.

Apa itu marketing?

Ingin tahu defenisi marketing? Coba simak yang dikatakan oleh The American Marketing Association...

Marketing is the process of planning and executing the conception, pricing, promotion and distribution of ideas, goods, and services to create exchanges that satisfy individual and organizational goals.

Tidak puas? Bagaimana dengan defenisi dari Robert D. Hisrich (Mixon Chair dan Professor, Weatherhead School of Management at Case Western Reserve University)...

Marketing is the process by which decisions are made in a totally interrelated changing business environment on all the activities that facilitate exchange in order that the targeted group of customers is satisfied and the defined objectives accomplished.

Masih belum puas? Mungkin kau lebih menyukai yang satu ini:

Marketing is about creating satisfactory exchanges via effective and integrated communication with consumers and building relationships with customers and with other publics who could impact organizational performance (the investors, analysts, employees, pressure groups, and so on) by means of effective corporate communication.

Nah, sudah mengerti apa yang dimaksud dengan marketing? Masih belum? Selamat bung, berarti kita senasib. Dan jangan sedih, karena kita tidak sendirian. Ada jutaan, bahkan mungkin milyaran orang yang juga senasib.

Okey, katakanlah defenisi itu tidak penting. Katakanlah yang terpenting itu pengertian, pemahaman. Lalu, apa pengertian dari marketing? Apakah pengertian marketing itu seperti yang selama ini dipahami oleh banyak orang... yang mengatakan bahwa marketing itu sama dengan selling, atau advertising?

Nope. Meski masing-masing pakar sepertinya punya defenisi yang berlainan, tapi pada intinya mereka punya satu kesamaan, yaitu... marketing itu tidak sama dengan selling. Siapa yang mengatakan itu? Tidak lain dan tidak bukan... guru dari segala guru marketing... Philip Kotler.

Kotler adalah the S.C. Johnson & Son Distinguished Professor dari International Marketing di the Kellogg Graduate School of Management at Northwestern University. Kotler menulis tidak kurang dari 15 buku, termasuk Marketing Management, yang disebut oleh Financial Times sebagai salah satu dari 50 buku marketing terbaik.

Kotler mengatakan bahwa... kepercayaan yang menganggap marketing dan selling itu sama, merupakan kesalahan umum yang banyak dianut baik oleh pebisnis, maupun publik. Memang betul, selling itu bagian dari marketing. Tapi marketing mencakup area yang lebih luas dari pada selling.

Peter Drucker mengatakan, “the aim of marketing is to make selling superfluous.” Yang artinya, tujuan dari marketing itu adalah untuk membuat selling menjadi tidak diperlukan. Maksudnya? Marketing itu dilakukan untuk mencari tahu apa yang dibutuhkan oleh pasar, dan untuk bersiap memberi solusi yang memuaskan.

Marketing yang sukses akan menghasilkan produk baru yang disukai oleh pasar, word-of-mouth akan menyebar dengan cepat, dan selling menjadi tidak diperlukan. Marketing tidak bisa disamakan dengan selling karena marketing dimulai jauh sebelum produk dibuat.

Marketing adalah pekerjaan rumah yang harus dilakukan oleh mereka yang ingin memenuhi permintaan, mengukur kemampuan dan kekuatan, dan mengidentifikasi apakah sebuah peluang untuk mendapatkan keuntungan memang benar-benar berada disana.

Sedangkan selling, hanya bisa dilakukan saat produk sudah dibuat.

Marketing tidak hanya dilakukan sebelum produk dibuat. Marketing tetap harus dilakukan saat, dan setelah produk dibuat. Marketing terus berlanjut sepanjang produk masih tersedia, mencari konsumen baru, meningkatkan mutu dan kemampuan produk, menganalisa hasil penjualan, dan mengatur penjualan yang berkelanjutan.

Harry Beckwith, penulis dari Selling the Invisible, mengatakan... pendapat yang menganggap bahwa marketing itu sama dengan selling merupakan bagian yang menjadi penyebab permasalahan yang terjadi di sektor penyediaan jasa:

In a free-association test, most people—including most people in business— will equate the word “marketing” with selling and advertising: pushing the goods.

In this popular view, marketing means taking what you have and shoving it down buyers’ throats.“We need better marketing” invariably means “We need to get our name out”—with ads, publicity, and maybe some direct mail.

Unfortunately, this focus on getting the word outside distracts companies from the inside, and from the first rule of service marketing:The core of service marketing is the service itself.

I am not suggesting that if you build a better service, the world will beat a path to your door. Many “better services” are foundering because of rotten marketing.

Nor am I suggesting that getting the word out is enough. Getting the word out and attracting people to a flawed service is the preferred strategy for killing a service company.

This is what I am saying:The first principle of service marketing is Guy Kawasaki’s first principle of computer marketing: Get better reality.

Jay Conrad Levinson, penulis dari Mastering Guerrilla Marketing, menambahkan bahwa marketing itu bukan hanya tidak sama dengan selling, melainkan tidak sama dengan banyak hal...

* Marketing is not advertising.
* Marketing is not direct mail.
* Marketing is not brochures.
* Marketing is not telemarketing.
* Marketing does not mean advertising only in the Yellow Pages.
* Marketing is not show business.
* Marketing is not a stage for humor.
* Marketing is not an invitation to be clever.
* Marketing is not a miracle worker.

Kesimpulannya? Sampai sejauh ini kita jadi tahu bahwa marketing itu bukan cuma susah, melainkan hampir tidak mungkin untuk didefiinisikan.

Meski marketing tidak bisa didefinisikan, tapi satu hal yang pasti, marketing itu tidak sama dengan menjual (selling), memasang iklan (advertising), direct mail, telemarketing, brosure, Yellow Pages, show bisnis, panggung humor, sebuah undangan untuk menjadi pintar, rumit, atau pekerjaan yang membutuhkan keajaiban.

Marketing Syari'ah

Sebetulnya apa beda marketing syariah dan konvensional?

Dalam dunia marketing itu ada istilah kelirumologi. Itu lho sembilan prinsip yang disalah artikan. Misalnya marketing diartikan untuk membujuk orang belanja sebanyak-banyaknya. Atau marketing yang yang pada akhirnya membuat kemasan sebaik-baiknya padahal produknya tidak bagus. Atau membujuk dengan segala cara agar orang mau bergabung dan belanja. Itu salah satu kelirumologi ( merujuk istilah yang dipopulerkan Jaya Suprana). Marketing syariah itu mengajarkan orang untuk jujur pada konsumen atau orang lain. Nilai syariah mencegah orang (marketer) terperosok pada kelirumologi itu tadi. Ada nilai-nilai yang harus dijunjung oleh seorang pemasar. Apalagi jika ia Muslim.

Apakah nilai marketing syariah bisa diterapkan umat lain?

Lha ya nilai Islam itu universal. Rahmatan lil alamin. Begitu kan istilahnya. Nabi Muhammad itu menyebarkan ajaran Islam pasti bukan hanya untuk umat Islam saja. Jadi tidak apa-apa jika nilai marketing syariah ini inisiatif orang Islam supaya bisa menginspirasikan orang lain. Makin banyak non-Muslim yang ikut menerapkan nilai ini, makin bagus. Saya ikut mengendorse marketing syariah. Soal jujur itu kan universal. Jadi marketing syariah harus diketahui orang lain dalam rangka rahmatan lil alamin itu.

Apa nilai inti marketing syariah?

Integrity atau tak boleh bohong. Transparansi. Orang kan tak boleh bohong. Jadi orang membeli karena butuh dan sesuai dengan keinginan dan kebutuhan, bukan karena diskonnya. Itu jika konsep marketing dijalankan secara benar.


Bagaimana muasal perkembangan nilai spiritual dalam marketing?

Sejalan dengan perkembangan dunia. Setelah September attack, orang melihat IQ dan EQ saja tidak cukup. Harus ada SQ, spiritual quotient. Orang melihat.


Apakah nilai marketing syariah ini akan bertahan?

Ya pasti sustain. Karena prinsip dasarnya kejujuran. Ini yang dibutuhkan semua orang. Apalagi setelah kasus seperti Enron, Worldcom dan lainnya. Orang melihat
bisnis itu harus jujur.


Lalu di mana peran ilmu marketing dalam konsep syariah?

Syariah mengendorse marketing dan marketing mengendorse syariah. Ilmu marketing menyumbangkan profesionalitas dalam syariah. Karena jika orang
marketing tidak profesional, orang tetap tidak percaya. Lihat saja bagaimana investor Timur Tengah belum mau investasi di Indonesia, meski negara ini populasinya mayoritas Muslim. Karena mereka tidak yakin dengan profesionalitas kita. Jadi, jujur saja tidak cukup.


Bukankan nilai kejujuran dan transparansi itu diajarkan semua agama?

Ya. Memang semua agama mengajarkan nilai itu. Tapi jangan lupa bahwa islam itu rahmatan lil alamin. Jadi, ada titik singgung. Bukankah lebih baik mencari yang serupa dari pada memperkarakan yang berbeda. Jika begitu hidup kita damai. Menurut saya, tak mengapa kita sebut marketing syariah. Karena mayoritas populasi di Indonesia itu Muslim. Jadi nilai syariah yang kita kedepankan. Kita mulai di sini, di Indonesia. Ada bagusnya jika yang mengendorse itu orang Islam, bukan yang lain.


Setelah nilai spiritual konsep apa lagi yang akan mengemuka dalam dunia bisnis?

Millenium. Orang mencari keseimbangan. Maksudnya orang berbisnis itu harus menjaga kelangsungan alam, tidak merusak lingkungan. Berbisnis juga ditujukan untuk menolong manusia yang miskin dan bukan menghasilkan keuntungan untuk segelintir orang saja. Nilai-nilai ini ke depan akan mengemuka. Sekarang pertemuan para praktisi marketing mulai mengarah ke sana.


Setelah mengenal Islam, apa pendapat Anda tentang nilai yang diajarkan?

Islam agama yang universal dan komprehensif. Guidance-nya lengkap. Ada petunjuk untuk seorang pedagang, kepala negara, seorang anak, panglima perang
dan semuanya. Ada diatur secara lengkap. Di atas semua itu saya melihat Islam itu ajaran yang damai dan indah. Ajaran Islam bisa dipakai semua orang. Itu kesan saya dan mengapa saya mau mempelajari nilai Islam untuk dikembangkan dalam konsep marketing. Saya sekarang menjadi aktivis lingkungan dan nilai-nilai.

10 Tips untuk Mencapai Greater Sukses Pemasaran & Periklanan

Pemasaran dan periklanan adalah seperti pedang bermata dua. Jika biaya yang digunakan secara efektif, konsisten, dan sistematis, pemasaran dan periklanan dapat menjadi api yang membakar pertumbuhan bisnis Anda.

Di sisi lain, pemasaran dan periklanan, jika didekati dengan yang ceroboh, sporadis, dan cara yang tidak realistis, dapat menguras rekening bank Anda, menghasilkan hasil yang mengecewakan, dan - dalam skenario terburuk - mengakibatkan kegagalan usaha.

Pemasaran dan Periklanan Hindari Kesalahan ... dan Merebut Peluang

Setengah perjuangan dalam menggunakan pemasaran dan periklanan untuk keuntungan Anda adalah untuk menghindari kesalahan umum bahwa banyak pemilik usaha kecil buat dalam mengembangkan apa yang mungkin secara longgar disebut sebagai iklan dan kampanye pemasaran.

Berikut ini sepuluh kunci untuk menghindari perangkap ketika meluncurkan pemasaran dan kampanye periklanan

1) Targetkan semua pemasaran dan usaha periklanan: Jika target pasar yang Anda maksudkan adalah warga negara senior atau ibu rumah tangga atau pengantin baru atau orang tua, kemudian melakukan apa saja untuk mencapai kelompok tertentu. Sebagian besar produk dan jasa memiliki satu atau lebih target pasar. Iklan dan pemasaran yang tidak dihabiskan untuk mencapai target atau ceruk pasar mungkin mewakili uang terbuang sia-sia.

2) Mulai konservatif. Menghabiskan pemasaran dan periklanan dengan hati-hati, pada awalnya, sampai Anda menemukan, melalui eksperimen, apa yang berhasil. Kata-kata memiliki banyak sekali kekuasaan dalam penjualan, pemasaran, dan periklanan, jadi pertimbangkan baik menyewa copywriter profesional atau - jika Anda punya waktu dan minat - mempelajari prinsip-prinsip dasar copywriting sukses dan periklanan, diri sendiri. Berikut adalah beberapa sumber daya untuk mempertimbangkan jika Anda ingin belajar bagaimana untuk menghindari menjadi 'tidak mengerti copywriter':

Internet copywriting course

Fill-in-the-blank Instant Sales Letter templates

Advanced Copywriting workshop


Psychological Tactics to Capture MORE Profits



3) Don't Get Lost in a Sea of Ads! If you can't arrange to have your ad in a spot that will be seen, then you might give some thought to postponing the ad or placing it in a different publication. When a whole bunch of display ads are grouped together, it increases the tendancy of many readers to ignore all of them. If your ad is surrounded by other ads, it dilutes the potential effectiveness of the ad. The name of the game in marketing and advertising is to STAND OUT AND BE NOTICED! (Hopefully for all the right reasons.) 4) Advertising Salespeople May Have Their Own Agenda When you meet with an advertising salesperson, go into it with a healthy dose of skepticism. While many of them will provide you with helpful advice, guidance, and advertising ideas, keep in mind that their primary objective is probably to make as much of a commission as they can. This is not necessarily a 'rule of thumb', but they may try to sell you more than you need, both in terms of the size of an ad and its duration. Until you're sure that you have a winning ad that has been proven to generate responses, it's usually a sound ideas to prodceed with caution when making media buys. 5) Continually expand and strengthen your network. In most businesses, nothing beats the marketing power of having a well-established network of personal contacts. Not only is this valuable as a relationship marketing strategy, but you can also get a lot of mileage out of it from a referral and lead-generating standpoint. By the way, if getting referrals is not one of your strong point, this collection of referral generating systems may create a slew of new sales opportunities for you:

3) Don't Get Lost in suatu Laut Ads!

Jika Anda tidak dapat mengatur agar iklan Anda di tempat yang akan dilihat, maka Anda mungkin memberikan beberapa pemikiran untuk menunda atau menempatkan iklan dalam publikasi yang berbeda. Ketika sejumlah besar menampilkan iklan yang dikelompokkan bersama-sama, meningkatkan kecenderungan banyak pembaca untuk mengabaikan semua dari mereka. Jika iklan Anda dikelilingi oleh iklan lain, itu melemahkan efektivitas potensi iklan. Nama permainan dalam pemasaran dan periklanan adalah untuk STAND OUT DAN diperhatikan! (Mudah-mudahan untuk semua alasan yang benar.)

4) Iklan Wiraniaga Sudahkah Mei Mereka Sendiri Agenda

Ketika Anda bertemu dengan tenaga penjualan iklan, masuk ke dalamnya dengan dosis skeptisisme yang sehat. Sementara banyak dari mereka akan memberikan nasihat yang bermanfaat, bimbingan, dan ide-ide iklan, perlu diketahui bahwa tujuan utama mereka adalah mungkin untuk membuat sebagai banyak komisi yang mereka dapat. Ini tidak selalu berarti 'aturan', tetapi mereka mungkin mencoba untuk menjual lebih banyak dari yang Anda butuhkan, baik dalam hal ukuran iklan dan durasi. Sampai Anda yakin bahwa Anda memiliki iklan kemenangan yang telah terbukti untuk menghasilkan tanggapan, biasanya ide suara untuk prodceed dengan hati-hati ketika membuat media yang membeli.

5) Secara terus-menerus memperluas dan memperkuat jaringan anda. Pada kebanyakan bisnis, tidak ada yang mengalahkan kekuatan pemasaran memiliki jaringan mapan kontak pribadi. Tidak hanya berharga ini sebagai hubungan strategi pemasaran, tetapi Anda juga bisa mendapatkan banyak dari jarak tempuh dari arahan dan memimpin-menghasilkan sudut pandang.

By the way, jika mendapatkan arahan bukan merupakan salah satu titik kuat anda, koleksi ini menghasilkan arahan sistem dapat membuat membunuh peluang penjualan baru untuk Anda:Instant Referal Systems
6) Don't Miss Peluang untuk Bebas Publisitas. Jika Anda masuk ke dalam kebiasaan mengirimkan press release ke koran lokal dan media lain setiap kali Anda mempekerjakan orang baru, memenangkan penghargaan, kursi penggalangan dana drive, membuka cabang baru, memindahkan atau memperluas bisnis Anda, pasangan dengan bisnis lain, atau bahkan memulai sebuah situs web baru, Anda akan meningkatkan visibilitas Anda, Anda 'faktor pengakuan', dan kredibilitas Anda. Jika Anda beruntung (atau agak agresif dalam mempromosikan ketersediaan Anda sebagai media juru bicara dan / atau sumber informasi), Anda dapat memicu minat wartawan dalam melakukan sebuah artikel atau fitur menyimpan sekitar Anda atau bisnis Anda. Publisitas semacam itu benar-benar dapat meminjamkan suasana kredibilitas di pasar.

Jika Anda tidak tahu harus mulai dari mana dalam melaksanakan program PR, pertimbangkan ini mudah digunakan dan efektif perencanaan PR perangkat lunak:Publicity Kit

7) Kenali Diri! Dengan menentukan apa kekuatan dan kelemahan Anda, Anda dapat memanfaatkan strenghts Anda dan bekerja ke arah mengoreksi atau kompensasi untuk kelemahan Anda. Jika Anda menyadari nilai menyiapkan rencana pemasaran, tetapi tidak yakin bagaimana untuk melakukannya atau harus mulai dari mana, coba software ini yang akan memandu Anda melalui proses: Marketing Plan software.Sekarang tidak ada lagi alasan untuk menunda hal itu.
8) Kehadiran Internet Semakin Penting. Tidak hanya memiliki situs web menjadi sangat penting bagian dari yang baik-bulat program pemasaran dan periklanan, tetapi banyak pelanggan dan calon pelanggan mengharapkan dari Anda. Memiliki berkembang dengan baik, up-to-date situs web dapat tidak hanya membantu orang menemukan Anda, itu juga dapat membantu Anda berkomunikasi dengan lebih efektif dengan klien Anda tentang segala sesuatu mulai dari harga dan fitur produk untuk kebijakan perusahaan dan perubahan personil. Untuk kebanyakan usaha kecil, Internet adalah pemasaran dan iklan yang kurang dimanfaatkan alat, dan itu potensi yang sangat besar.

9) Prospek hanya Interested in One Thing! Apakah Anda memberikan presentasi penjualan, menanggapi pertanyaan telepon, menulis iklan koran atau kerajinan brosur, langkah pertama Anda harus selalu untuk 'meninggalkan ego di depan pintu' dan berkonsentrasi pada apa yang dapat Anda lakukan untuk meningkatkan pelanggan Anda '(atau prospek') hidup, memecahkan masalah bagi mereka, menambah kesenangan mereka, membantu mereka mencapai tujuan mereka, memberi mereka keamanan, membuat mereka lebih aman, membantu mereka merasa lebih baik mengenai diri mereka sendiri, atau membantu mereka memenuhi kebutuhan mereka untuk menjadi lebih bahagia , sehat, lebih dicintai, dihargai atau ... baik, Anda mendapatkan ide! Mereka kebanyakan tertarik pada bagaimana produk atau layanan Anda dapat memberi manfaat bagi mereka dan apakah itu lebih terjangkau, lebih mudah, dan lebih berorientasi pelayanan daripada kompetisi. Jika Anda dasar pemasaran dan periklanan Anda pada premis, dasar untuk sukses Anda akan menjadi rock solid!

10) Mengembangkan pada Diri Sendiri Pemasaran dan Periklanan 'kesadaran': Kembangkan curiousity dan minat di bidang pemasaran dan periklanan, dan memperhatikan apa yang dilakukan bisnis lain untuk mempromosikan diri kepada publik. Anda akan meningkatkan pemasaran Anda sendiri dan efektivitas advvertising jika Anda menjadi semacam 'mahasiswa' dari apa yang memotivasi orang untuk memilih satu usaha atau yang lain. Baca semua yang Anda bisa mendapatkan tangan Anda dan menyimpan notebook dengan semua ide-ide yang baik dan strategi yang Anda jumpai.

Jika Anda belum menjadi pelanggan, titik awal yang sangat baik adalah dengan berlangganan Survival Kit Pemasaran e-newsletter mingguan. It's free, dan itu akan membuat Anda berpikir tentang segala sesuatu dari hubungan pemasaran dan public relations untuk internet dan jaringan pemasaran. Untuk mendapatkan pada milis kami (yang Anda dapat dengan mudah membatalkan kapan saja).

http://www.tips-trik-marketing.co.cc