Minggu, 31 Oktober 2010

Marketing Mudah

Berdagang Dengan Dasi
Sebenarnya orang berdagang dengan dasi,menenteng tas besar yang berisi berbagai produk,mulai dari mainan anak,buku bacaan,majalah flora fauna,jam tangan,kalkulator sampai alat elektronik,menjadi pemandangan yang biasa.
Sebagian besar anak muda dengan gaya persuasive yang memikat dan berpenampilan meyakinkan,di sepanjang jalan atau tempat strategis,didepan halaman sekolah,bahkan sampai masuk perkampungan elit,menawarkan produk.
Banyak cara yang digunakan produsen untuk memasarkan produknya,agar laku.Fenomena tersebut karena produsen menganut “marketing Concept”yang terfokuskan pada “produk oriented”.Ciri product oriented adalah adanya penggunaan tenaga pemasar (salesman ) yang jumlahnya relative banyak.
Perusahaan merepakan penjualan produk dengan banyak salesman berasumsi produk akan cepat dikenal dan di beli oleh konsumen.karena perusahaan tidak mau menanggung kerugian.
Sistem tersebut memudahkan konsumen memperoleh produk.Tapi jika produknya tidak dapat diandalkan kualitasnya maka konsumen enggan membelinya dan pasti akan mengatakannya pada lingkungan sekitarnya.Dan jika konsumen mendapat produk yang jelek maka sulit bagi perusahaan mengembalikan citra yang telah dirintis oleh salesman.
Produsen yang mengacu pada konsep pemasaran yang baik tentu tidak hanya berusaha mempengaruhi calon pembeli tetapi adalah bagaimana agar pembeli mendapat nilai tambah dari produk yang dibeli.dan memperoleh kepuasan.Maka perusahaan harus pandai mengolah mix dalam marketing mix yang ada dalam perusahaan, dengan menerapkan bebagai kiat pemasaran tersebut diharapkan produknya benar terjual sesuai dengan keinginan konsumen.
Strategi bisnis dengan mengandalkan salesman berdasi dan menawarkannya ke segala penjuru kota merupakan factor yang meski irasionil,tapi dapat mempengaruhi calon pembeli.
Dalam pemasaran bayak digunakan cara irasionil dan dapat memikat calon pembeli Berupa pelayanan yang baik dengan senyuman menawan.Tugas bagian pemasaran sebenarnya menciptakan relationship and service yang baik dan mengupayakan produk jadi brand family and brand image.
Pemasaran merupakn proses yang terjadi dalam perusahaan dan harus dipikul oleh setiap anggota tim atau departemen yang ada dalam perusahaan.Kegiatan yang berpacu padaproduct oriented dan environment/customer context oriented.Jika perusahaan ingin berkembang konsep customer of king perlu mendapat perhatian serius dan berupaya menyajikan produk yang dapat memenuhi want,need,satisfaction,relationship dan added value yang benar dapat dirasakan.

Kios Mobil vs Mobil Kios
Istilah ini membuat orang berfikir mengacu ke toko,dealer,atau showroom mobil.Tapi opini public tentang kios mobil dari sudut pandang manapun sangatlah berbeda dengan mobil kios yang dimaksud.Mobil kios adalah mobil yang difungsikan sebagai kios berjualan sementara sebagai tempat,rumah atau gedung untuk mendisplay mobil yang di jual.
Perkembangan teknologi dan informasi yang global dicirikan dengan mobilitas global dan membawa pengaruh dinamis terhadap kehidupan manusia dan bisnis.Karena system atau jaringan internet membuat dunia jadi suatu “global village” dan informasi menjadi komoditi penting bagi manajemen.Bagi pelaku bisnis yang menpunyai cukup dana tidak sulit untuk menyediakan lahan untuk usahanya.Lain halnya dengan pelaku bisnis dengan skala kecil factor tersebut jadi kendala untuk membangun usaha yang permanen.
Kios mobil adalah suatu tempat berjualan yang statusnya sangat flexible,karena adanya kecenderungan manusia mencari kepraktisan dan jasa,manusia mencari kiat dalam menghadapi persaingan semakin tajam.Cara ini banyak diterapkan pelaku bisnis terutama mereka yang menangkap peluang.Dengan mobil pick-up atau station mereka menjajakan produknya dan mudah memindahkan tempat jualan ketempat lain tanpa berbekal izin atau mengurus perizinan birokrasi.Sistem ini sanga praktis dan mobilitasnya juga tinggi,sehingga proses adaptasi yang brkaitan dengan kejenuhan konsumen dapat dilakukan dengan memindahnya ke lokasi lain.Dari segi keamanan terjamin dan kebersihan lingkungan relative terjaga.
Berdagang dengn kios mobil biasanya menjajakan buku,buah,warung makan dll.Dan biasanya berdagan cara ini mncul pada waktu tertentu.Kios mobil perlu mendapat perhatian berbagai pihak dalam pengaturan atau penataannya.Termasuk pungutan ntuk retribusi,lingkingan dan keindahan.Juga pengaturan tentang status atau fungsi pick up yang memang hanya untuk mengangkut atau memindahkan barang.dan stasion untuk mengangkut penumpang.

Berdagang Dengan musik
Menetapkan bentuk iklan haruslah mengandung unsure commumcasuation,yakni kombinasi antara komunikasi dan sifat persuatif.Pengaruh iklan terhadap penjualan produk ditentukan oleh anggaran dan creative advertising,yakni kegiatan yang berhubungan dengan message content dan message presentation.
Bayak cara mengkomunikasikan produk agar konsumen terpengaruh salah satunya dengan musik.Alat atau atribut yang digunakan dan dibunyikan untuk menjajakan suatu produk.Cara seperti inidilakukan oleh banyak penjual dan dengan musik ciri tertentu konsumen dapat membedakan produk yang di jual.
Cara tersebut masih sangat terbatas dimanfaatkan oleh perusahaan atau pedagang tertentu karena untuk setiap produk yang dijual,sarana musik yang dibutuhkan memerlukan program tertentu dan harus berbeda dengan produk yang lain.
Cara ini juga perlu di dukung dengan adanya kualitas dari peoduk yang dijajakan,sebab factor kualitas merupakan suatu tuntutan yang tidak dapat diabaikan.Sistem pemasaran dengan musik akan tetap efektif manakala perusahaan tetap menjaga mutu dan pelayanan yang baik dan memberikan kepuasan bagi konsumen.

Antara keyakinan dan kenyataan
Dari sekian banyak pengusaha yang sukses dan berlaga mengembangkan usahanya,bisnis pertama ternyata masih terus dipertahankan dan dijalankan meskipun profit sulit untuk dicapai bahkan mencapai break even point nampaknya tidak mungkin dan mestinya sudah ditutup.Tapi ada pengusaha yang enggan menutupnya,karena usaha asal mula sehinga tidak mungkin dihilangkan dan ada juga keberhasilan usaha saat ini terkait usaha pertama.
Fenomena tersebut tidak akan mungkin akan dialami pelaku bisnis saat ini,karena adanya persaingan yang semakin kompetitip dan menuntut semua system yang ada dalam perusahaan benar-benar harus bekerja secara profesional.Karena untuk dapat melakukan kegiatan bisnis yang sehat memerlukan adanya Human Recource Management Intensive and Total Quality Management secara benar.
Karena adanya kondisi pasar yang semakin kompetitif maka masing-masing perusahaan pun harus mempunyai competitive advantage yang tinggi.Karena hanya perusahaan yang mempunyai daya saing yang tinggi
Untuk memuaskan pelanggan merupakan pekerjaan yang tidak ringan , akan tetapi harus dilakukan oleh perusahaan.Dengan memperhatikan kualitas di segala bidang dan menciptakan kualitas yang benar – benar dapat dipercaya agar para pemakai jasa puas dan tetap setia.

Tanpa Uang Gedung
Lolos ujian masuk di perguruan tinggi negeri atau di terima di perguruan tinggi favorit meski swasta adalah kebanggaan orang tua.Karena adanya persaingan antar calon mahasiswa untuk merebut kursi sangat ketat banyak jalan dilakukan mulai dari ikut bimbingan tes,sampai cara kotor memanfaatkan jasa joki.Dan bukan mahasiswa saja yang merebut tempat di perguruan tinggi,para penyelenggara perguruan tinggi swasta pun sekuat tenaga mengeluarkan berbagai strategi untuk memikat para calon mahasiswa.Bahkan dengan menonjokan sejumlah kelebihannya.
Cara nya dengan creative advertising di sejumlah media periklanan yang digunakan,Merka menggunakan kata atau kalimat menarik dalam iklan mereka di sejumlah surat kabar terbitan local,terbitan nasional,dan media promosi lain.
Sejumlah kalimat persuasi menarik di iklankan seperti TANPA UANG GEDUNG.Jka tanpa uang gedung merupakan positioning menarik.Setelah melalui perhitungan total biaya pertahun atau persemester, ternyata belum tentu lebih murah atau ringan dibandingkan dengan lembaga yang memungut biaya atau sumbangan uang gedung.karena bias jadi pts terseut tidak memungut uang gedung sebagai fixed cost,tapi ada pembebanan terhadap variable cost melalui setiap kegiatan yang dilakukan oleh mahasiswa.
Kalimat Tanpa Uang Gedung mempunyai konotasi tidak harus mengeluarkan biaya tambahan setelah calon mahasiswa diterima.Yang jelas dengan banyaknya pts yang ingin meningkatkana kualitas pendidikan dan pelayanan pada masyarakat,penciptaan utility value dapat memenuhi market demand yang sesuai dengan era globalisasi.Penyampaian informasi yang jujur dan didukung pengelolaan dan pelayanan yang baik merupakan tugas berat bagi para pimpinan pts.

Transaksi Marketing dengan Model “Diabolo”
Profit,kesempatan kerja, dan perkembangan company hanya dimungkinkan kalau ada penjualan produk /jasa.jika seorang konsumen yang mencari barang memeperoleh barang yang dibutuhkan dan memenuhi syarat yang menghalangi pembelian.Kejadian demikian selalu terulang kembali akan menciptakan volume pembelian tertentu yang berdampak menghasilkan profit.Hanya saja tidak semua peminat barang tentu jadi beli barangnya,jika si ‘A’jadi beli belum tentu beli merk tertentu.Dari pihak penjual pun belum tentu semua penjual barang tertentu jadi menjual dan belum tentu penjual ‘X’ pun menjual kepada penjual ‘A’.Gambaran dabolo tersebut dapat disusun gambaran kejadian dua pihak yang menghasilkan transaksi bisnis,dua bagian yang berbentuk kerucut ditemukan pada satu titik.Pada saat inilah terjadi transaksi marketing.
Seluruh pemkiran marketing didasarkan pada logika yang mencari titik temu dengan produk/jasa yang tepat sehingga diperlukan jenis marketing mix yang tepat sehingga tidak terjadi banyak gangguan dari pesaing.Pemikiran diabolo bertitik dari pangkal pendapat bahwa transaksi bisnis,baru terjadi jika pelanggan tertentu bertemu dengan tawaran dan produk tertentu.

Pandanglah semut dan belajarlah jadi rajin
Konsep hedonisme bahwa seseorang mempunyai kecenderungan untuk mencari keenakan,kesenangan dan menghindari ketidakenakan serta kesusahan hendaknya ditinggalkan,dan menjadi professional meningkatkan kualitas diri.Karena peningkatan pengembangan diri merupakan suatu kebutuhan yang tidak dapat ditawar lagi mengingat adanya persaingan tenaga kerja yang ketat.Kondisi ini merupakan ancaman bagi tenaga kerja local sebab dengan kemampuan bahasa inggris yang baik,tenaga kerja asing ada kecenderungan bersedia dibayar sama dengan tenaga kerja local.
Ancaman ini dapat diabtisipasi jika mau selalu meningkatkan diri menjadi tenaga kerja yang profesional.Dan tenaga kerja yang mendapatkan sebutan professional akan dianggap ahli.Hal ii dapat ditandai oleh adanya kemampuan menggabungkan antara ilmu pengetahuan dan teknoloi tinggi yang dimiliki.
Menurut Paul Sartre bahwa” justru melakukan sesuatu itulah yang memberi makna kepada hidup manusia (to do is to be).Dengan berpegang dan menjalankan pada prinsip tersebut maka perlu mengenal peribahasa romawi”vide Formicam et Disce Industriam”(pandanglah semut dan belajarlah menjadi rajin)

Kehebatan Sang Kuda
Salah satu produk iklan rokok “malboro” yang pada awal tahun 1950-an di amerika,rokok ini diluncurkan untuk segmen wanita,akan tetapi dalam perjalanannya tidak mendapat pasar yang berarti.Kemudian muncul repositioning ini lebih dicitrakan sebagai rokok buat kaum lelaki yang berkarakter MACHO dam mengekspresikan sosok coboy man.
Iklan ini disiarkan sampai Indonesia dalam rangka meningkatkan volume penjualan.Nampaknya tampak irasional bahwa dengan dukungan kuda dapat mempengaruhi perilaku pembeli secara global.Keberhasilan perusahaan rokok ini telah didukung pula oleh berbagai multi disiplin ilmu yang ada,serta riset pasar yang handal.

Membidik Pasar
Berbagai instrumen seperti data base,service dan after sales service,direct marketing dan telemarketing merupakan unsur pokok didalam mendukung keberhasilan kegiatan marketing
Piranti – piranti ini banyak dilakukan oleh perusahaan besar.Penjualan dengan tawaran price yang cukup menawan yaitu kredit tanpa bunga 0%,penjualan kredit tanpa uang muka 0%.Apapun jenis tawaran kiranya perlu mengacu pada pedoman atau penerapan hubungan 6 O dan 4 P.Kemudahan syarat pembayaran dan pengaruh iklan yang sangat persuasive sehingga perilaku konsumen cepat tertarik.Walaupun sebenarya 2 P yang lain ( product dan place ) saling terkait.
Perumusan strategi marketing mix yang di hubungkan dengan 6 O (occupants, obyects, occasions, organization, objectives, operations ) sangat ditentukan oleh karakteristik segemen pasar yang menyangkut perilaku konsumen dan proses pembeliannya.
Maraknya strategi kemudahan kredit ini ternyata kena sasaran dan keberhasilan system ini tidak lepas dari adanya konsumen yang menyukai system kreditApalagi dengan banyaknya iming – iming hadiah yang begitu menarik,tawaran kemudahan semacam ini sudah tidak lagi disebut three and one,tetapi jadi ten and one.

Semangat suka senyum
Kecemasan para pelaku bisnis saat ini adalah wajar,sebab kondisi ekonomi secara umum di wilayah asia memang sulit diprediksikan.Dan berkurang nya aktivitas bisnis relative tidak berlaku bagi bisnis jasa dalam pelayanan.Karena dalam era global ini salah satu tolok ukur kelangsungan dan perkembangan perusahaan/organisasi ditentukan oleh mutu/kualitas,dalam hal ini kualitas pelayanan menjadi factor yang dominan.
Suatu contoh sederhana, dengan senyum yang memikat yang dilakukan oleh bagian pelayanan atau informasi dan seluruh orang yang ada dalam perusahaan,maka jadilah suasana yang semakin menyenangkan.
Gerakan senyum atau S-3 “ semangat Suka Senyum” mudah diucapkan tetapi dalam pelaksanaannya memerlukan latihan dan kebiasaan.Apalagi manajemen mampu memperlakukan para tenaga kerja dengan S-3, maka secara tidak langsung karyawan telah bertndak sebagai tenaga pemasar.Sehingga konsep kepuasan terhadap pengusaha jasa menjadi factor penting yang tidak dapat diabaikan.Maka berlatihlah menghadapi pengguna jasa dengan kesabaran dan penuh senyum yang menarik.

Harga Penyesuaian
Faktor yang mempengaruhi tingkat harga relative sulit diprediksi secara akurat,misalnya persaingan yang semakinketat,tidak seimbangnya jumlah penawaran da permintaan dari suatu produk atau jasa dan factor pengeluaran biaya tambahan yang memang sulit dihitung secara pasti.Pendekatan dalam penetapan harga jual suatu produk atau jasa dapat dilakukan dengan pendekatan penetapan harga biaya plus,yakni biaya total ditambah marjin samadengan harga jual,atau dengan pendekatan penetapan harga mark-up,yakni harga beli ditambah mark-up sama dengan harga jual,atau dapat juga dengan pendekatan penetapan harga break even ,yakni biaya total sama dengan biaya tetap ditambah biaya variable.
Tiga pendekatan tersebut saat ini sulit diteraokan.Terlebih adanya kondisi perekonomian yang secara makro telah terjadi apresiasi ( melemahnya ) nilai rupiah terhadap dolar sehingga kebijakan diambil oleh perusahaan dalam penetapan harga jual perlu barhati-hati agar konsumen tidak begitu terasa ada beban kenaikan harga dan tetap mau menggunakan hasil produk dari perusahaan yitu dapat dilakukan dengan pendekatan atau kebijakan harga disesuaikan ( penyesuaian harga ).

Memenuhi Kebutuhan Tersembunyi
Didalam membangun citra konsumen terkait dengan berbagai unsur, akan tetapi strategi yang lebih utama adalah menyatukan atau menjadi satu kekuatan.Adanya perubahan brand dan slogan dalam suatu produk telah dapat masuk dalam benak konsumen,maka otomatis brand yang ada telah menjadi citra yang sulit dihilangkan oleh konsumen.Seperti yang dikatakan seorang salesman hebat Elmer Wheeler,bahwa tugas seorang pemasar ialah mengupas kebutuhan yang tersembunyi di balik setiap produk dan menjual manfaat,bukannya bentuk lahiriah.

Politik Produk
Situasi ekonomi yang cepat berubah secara radikat dapat mempengaruhi terhaqdap tipe kegiatan pemasaran,yakni terkait dengan politik produk.Baggi seorang pembeli tidak hanya berupa benda yang mempunyai kegunaan fungsional,melainkan berupa kumpulan unsure – unsure fisik,model, warna, pembungkus, merk serta pelayanan yang diberikan penjual ditambah dengan kemampuan barang tersebut untuk memberikan kepuasan dan kebanggaan konsumen.
Dalam dunia usaha yang semakin sulit didalam merebut pangsa pasar,maka strategi politik harga merupakan salah satu pilihan yang perlu dilakukan dengan sasaran untuk menaikan reabilitas dan durabilitas produk yakni melalui penerapan teknik yang lebih baik.Dengan demikian kekuatan posisi segmen pasar akan segera tercipta secara mantap.Pola ini perlu segera diantisipasi karena jumlah pembeli tergerak oleh pertimbngan kalitas plus nilai.Jika terlambat dalam menentukan strategi ini maka secara hitungan bisnis perusahaan telah ketinggalan langkah dan akibatnya kesempatan untuk memperoleh keuntungan menjadi minim atau prifit yang didapat tidak besar.

Reformasi Sebagai Brand
Kata reformasi selain telah menjadi brand name, dapat juga sbagai jurus bisnis yang jitu.Penggunaan brand bagi para pelaku bisnis mempunyai makna yang mendalam,yakni supaya dalam melakkan aktifitas merasa aman dari pelemparan batu,pembakaran,penjarahan,pengrusakan dsb.Pendekatan brand reformasi memang relative tepat,karena sudah dikenal masyarakat,yang lebih penting didalam penentuan brand memang harus mudah diingat,di baca dan menimbulkan asosiasi untuk memungkinkan terjadinya transaksi jual beli
Jika brand yang ssudah dipilih untuk jangka panjang, maka hendaknya pengajuan permohonan hak merk perlu mendapat perhatian agar tidak terjadinya pertentangan yang dapat mengakibatkan sengketa hukum.

Bebas Tes
Penawaran bebasa tes merupakan salah satu kiat jitu dalam membidik pasar calon pengguna jasa dan tawaran yang kreatif.Karena dengan cara tersebut perguruan tiinggi yang bersangkutan telah memberikan kemudahan selangkah dalam memenuhi persyaratan masuk perguruan tinggi.
Berkaitan dengan 4 strategi dasr pendidikan, berbagai lembaga pendidikan yang menyelenggarakan program diploma atau professional dapat sebagai salah satu alternative pilihan masyarakat.Lembaga pendidikan atau perguruan tinggi inilah yang diharapkan pemerintah dalam menyiapkan tenaga kerja terampil melalui kebijakan link and match ( keterpaduan dan kesepadanan ).Oleh karenanya melalui penciptan tenaga kerja yang andal, cerdas, dan professional, masing – masing lembaga pendidikan dan perguruan tinggimditantang untuk menjawab keinginan dan kebutuhan pasar tenaga kerja baik secara nasional maupun cara internasional.

Harga Pantas
Harga adalah jumlah uang yang di butuhkan untuk mendapatkan sejumlah kombinasi dari barang / jasa beserta pelayananny.Proses terjadinya jual beli tidak lepas dari unsure harga,karena secara riil bagi pihak produsen atau penjual akan melepas barang atau jasanya apabila terjadi kesepakatan harga,begitu juga sebaliknya.Dalam penerapan ekonomi ,pertemuan antara permintaan dan penawaran tersebut disebut keseimbangan pasar.
Dalam perumusan strategi harga untuk menghitung elastisitas harga permintaan tidak dapat diabaikan.Maksudnya,permintaan dikaitkan elastis apabila total revenue ( penjual total ) menjadi bertambah lebih besar dari sebelumnya, padahal harga diturunkan,kemudian total revenue menjadi berkurang dari sebelumnya padahal harga sudah dinaikan.Melalui pendekatan elastisitas harga ini dapat membantu suatu perusahaan untuk memprediksi sejauh mana perubahan harga akan mengubah permintaan.
Pola penjualan dengan harga pantas lebih menekankan pada jumlah atau output yang terjual.Maksudnya dengan memperoleh keuntungan kecil, per unit,akan tetapi karena unit yang terjual cukup banyak, maka hal ini identik dengan jumlah keuntungan semakin besar.cara ini sangat pouler untuk menggunakan harga secara strategis yakni menetapkan harga serendah mungkin demi menguasai ‘’ market share ‘’.

Bedakah Merek dengan Logo
Dua kata ini bersumber dari salah satu adanya kegiatan dalam marketing,hanya saja kedua kata tersebut diungkap melalui sebutan brand.Philip Kotler mengupas pentingnya target market melalui pendekatan marketing mix; product;price;promotion; and place,pada mix, produk inilah yang mempunyai asumsi bahwa pada mix terkandung unsure ciri – ciri sifat dan kemasan yang identik bahwa logo dan merek ada dalam satu unsure produk yang berarti ada dalam kategori brand.
Merek dan logo adalah dua unsure yang menyatu dan tak terpisahkan dan tidak dapat dibedakan karena ada dalam wadah brand.Sehingga untuk segmen tertentu orang tidak segan untuk merogoh kantong sampai ratusan juta rupiah bahkan milyar demi suatu merek dan logo untuk prestise tersendiri.

Arti Penentuan Harga
Bicara marketing tidak lepas dari price ( harga ).Karena penentuan harga sangat rumit.Begitu sulitnya menetapkan harga yang fixed,terlbih dahulu melakukan market research (uji pasar)untuk mengetahui apakah customer dapat menerima atau menolaknya.Keputusan penetapan harga perlu di integrasikan dengan keputusan tentang harga.

Basu swasta menyatakan tingkat harga suatu produk/jasa merupakan factor yang dominant bagi market demand.Secara umum penetapan harga jual cukup bervariasi seperti atas dasar cost pricing, mark-up pricing,mark-up,cost-plus pricing,dan atas dasar target pricing.Ada juga seorang penjual yang menetapkan harga berdasarkan suatu kombinasi barang secara fisik ditambah beberapa jasa lain,serta profit yang di inginkan.

Karena begitu bervariasi penentuan harga jual, maka untuk peluncuran dan pemasaran produk barupun ternyata skim the cream pricing and penetration pricing strategy masih menjadi pilihan.Belum lagi jika penetapan harga memakai pendekatan geografis, maka konsep FOB ( free on board ) dan UDP ( uniform delivered pricing ) menjadi pertimbangan lebih lanjut.Philip Kotler mengungkapkan Price is the only element in the marketing mix that produces revenue; the other elements produce cost price is also one of the most flexible element of the marketing mix,in that it can be changed quickly,unlike product features and channel commitments.At the some time,priceing and price competition are the number one problems facing many marketing executives…

Sungguh berarti suatu penentuan harga jual suatu produk/jasa bagi perusahaan maupun bagi penguna jasa, maka Radiosunu dalam bukunya berjudul Politik Pemasaran menyebut penetapan harga bias memakai obyektif mempromosikan product-line ntuk meningkatkan volume penjalan dari product line seluruhnya.Objective ini disebut Loss Leader Pricing.

Viral Marketing

Salah satu teknik pemasaran yang sekarang berkembang pesat adalah pemasaran viral. Ia menjadi alternatif dengan terjadinya kebosanan dan imunitas konsumen terhadap gencarnya berbagai alat promosi yang dilakukan oleh perusahaan melalui majalah, koran, televisi, media luar ruang, dan sebagainya.
Pemasaran viral merupakan salah satu metode pemasaran online yang murah dan efektif. Tujuannya, menciptakan awareness tentang produk atau jasa yang ditawarkan. Pemasaran ini ditujukan pada beberapa pihak, yang diharapkan pihak tersebut akan menyebarkannya ke rekan-rekannya, demikian seterusnya, sehingga jumlahnya meningkat terus secara eksponensial.

Contoh bagaimana sebuah viral marketing bekerja:
Misalnya anda memliki sebuah presentasi tentang sebuah tema yang menarik dan dibuat dalam format powerpoint (ppt). Ketika anda mengirim presentasi ini ke 15 teman anda maka jika setiap temen anda mengirimkan ke minimal 5 teman lainnya, dan seterusnya, maka sangat mungkin dalam waktu singkat email yang berisi presentasi powerpoint anda akan tersebar ke ratusan atau bahkan ribuan email.

Bagaimana pemasaran viral bekerja?
Tentunya menjadi pertanyaan yang menarik. Dalam penyebaran informasi memiliki beberapa cara yang berbeda dan bersifat dinamis. Setiap pemakai jaringan Internet dapat dipastikan memiliki suatu identitas. Apakah dalam bentuk e-mail, user name, atau alamat (address) yang memungkinkan untuk penyampaian, penyimpanan, dan menyortir pesan baik untuk kepentingan pribadi maupun bisnis. Semua bentuk identitas (ID) tersebut diberikan secara cuma-cuma oleh penyedia jasa internet (Internet Provider).

Bagaimana perusahaan memulai melakukan pemasaran viral?
Pemasaran viral bisa dianalogikan dengan word of mouth (dari mulut ke mulut) di dunia pemasaran umum. Di dunia online penyebarannya umumnya melalui e-mail. Bentuknya bisa beragam. Yang paling sederhana berupa newsletter berisikan artikel menarik. Biasanya di bawah newsletter tersebut disertakan tautan ke website tertentu untuk pembaca e-mail mencari informasi lebih lanjut tentang jasa atau produk yang ditawarkan.

Bentuk lainnya berupa media interaktif. Di US, dimana bandwidth bukan menjadi kendala, penyebaran video pendek sudah biasa. Namun di Indonesia hal ini belum dimungkinkan. Penyebaran viral dibatasi oleh besarnya ukuran file. Biasanya masih bisa ditolerir bila ukuran e-mail tidak lebih daripada 400 Kbyte. Di Indonesia, umumnya viral berupa aplikasi interaktif sederhana.

Viral juga bisa berupa teaser dari aplikasi interaktif sebenarnya. E-mail yang diterima hanya berisikan sedikit cuplikan. Untuk memainkan aplikasi interaktif sebenarnya (biasanya berupa advergame), pembaca harus mengklik tautan di e-mail untuk masuk ke suatu website dan memainkan atau men-download aplikasi interaktif dari website tersebut

Bagaimana agar tersebar dengan cepat?
Terlepas dari bentuknya newsletter atau media interaktif, yang paling krusial adalah desain konten viral itu sendiri. Desain konten viral harus membuat seseorang tertarik untuk membaca dan menyebarkannya ke rekan-rekannya. Kuncinya, viral tersebut harus lucu, sangat menarik, atau sangat menggugah emosi pembacanya.

Yang sulit saat mengirim viral pertama kali adalah menemukan target penerima e-mail yang memang sesuai dengan karakteristik jasa atau produk yang ditawarkan. Biasanya hal ini didapat dengan menelusuri anggota mailing list yang relevan, atau dengan menyebarkannya ke beberapa relasi yang dikenal. Jangan sampai viral yang disebar malah berkesan spam, yang sebetulnya bisa dihindari bila e-mail tersebut diterima oleh relasi yang memang dikenal.

Pemasaran viral untuk berikutnya akan lebih mudah bila pengirim viral itu sudah memiliki database e-mail. Hal ini bisa didapat saat penerima e-mail diminta (secara sukarela) untuk memasukkan data dirinya di website, saat menerima viral pertama. Hal ini terutama terjadi saat pengunjung tertarik dengan produk atau jasa yang disebarkan via viral, memasuki website, dan mengisi data diri melalui form serta bersedia menerima informasi lebih lanjut tentang produk atau jasa tersebut.

Jadi, kuncinya adalah membuat desain viral yang menarik, target konsumen yang tepat, dan jangan lupa selalu sisipkan website kita agar calon konsumen dapat menelusuri profil perusahaan/produk kita lebih jauh lagi.

Strategy pemasaran dengan metode IZSY

Strategi pemasaran merupakan hal yang esensial dalam menunjang keberlangsungan hidup suatu perusahaan yang bergerak dalam bidang penjualan produk atau jasa tertentu kepada target pasar yang telah ditentukan sebelumnya.

Strategi Pemasaran diartikan sebagai sebuah proses yang dapat memungkinkan organisasi untuk memusatkan sumber daya yang terbatas pada peluang terbesar untuk meningkatkan penjualan dan mencapai keunggulan kompetitif yang berkelanjutan. Sebuah strategi pemasaran harus berpusat di sekitar konsep kunci bahwa kepuasan pelanggan adalah tujuan utama.

Lebih jauh, strategi pemasaran adalah sebuah metode untuk memfokuskan energi dan sumber daya organisasi pada suatu program tindakan yang dapat menyebabkan peningkatan penjualan dan dominasi ceruk pasar sasaran.Sebuah strategi pemasaran yang menggabungkan pengembangan produk, promosi, distribusi, harga, manajemen hubungan dan unsur lainnya; mengidentifikasi tujuan pemasaran perusahaan, dan menjelaskan bagaimana mereka akan dicapai, idealnya dalam jangka waktu tertentu. Strategi pemasaran menentukan pilihan segmen pasar sasaran, positioning, marketing mix, dan alokasi sumber daya. Hal ini paling efektif jika merupakan bagian integral dari strategi perusahaan secara keseluruhan yang turut melibatkan pelanggan, calon pelanggan, dan pesaing dalam arena pasar. Strategi perusahaan, misi perusahaan, dan tujuan perusahaan. Sebagaimana seorang pelanggan merupakan sumber pendapatan dari suatu perusahaan, strategi pemasaran terkait erat dengan penjualan. Sebuah komponen kunci dari strategi pemasaran sering untuk menjaga pemasaran sesuai dengan pernyataan misi perusahaan yang menyeluruh.

Sebuah strategi pemasaran dapat digunakan sebagai dasar dari rencana pemasaran. Sebuah rencana pemasaran berisi serangkaian tindakan khusus yang diperlukan untuk berhasil menerapkan strategi pemasaran tersebut. Sebagai contoh: "Gunakan produk dengan harga murah untuk menarik konsumen. Sekali organisasi kita, melalui produk murah tersebut, telah membentuk hubungan tertentu dengan konsumen, organisasi kita akan menjual produk tambahan, produk yang lebih mahal dan memiliki margin yang lebih tinggi yang mampu meningkatkan kepuasan konsumen dengan produk yang telah lebih dulu diperkenalkan.”

Strategi umumnya terdiri dari serangkain proses berpikir taktis untuk membuat rencana pemasaran yang lebih efektif. Strategi pemasaran berfungsi sebagai fondasi dasar dari rencana pemasaran yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan pasar dan mencapai tujuan pemasaran. Rencana dan tujuan umumnya diuji untuk hasil yang terukur.

Sebuah strategi pemasaran seharusnya mampu mengintegrasikan tujuan pemasaran (objektif) dari suatu organisasi, kebijakan, dan urutan tindakan (taktik). Demikian pula, berbagai untaian strategi, yang mungkin mencakup periklanan, pemasaran saluran, pemasaran internet, promosi dan public relations hendaknya dapat disinergikan. Banyak perusahaan memecah kembali strategi pemasaran mereka ke dalam strategi-strategi kecil yang lebih dapat diterapkan untuk unit-unit fungsionalnya berdasarkan berbagai macam faktor internal dan eksternal. Setiap unit diharapkan untuk mengetahui objektif perusahaan dan mengembangkan seperangkat taktik untuk mencapai tujuan tersebut. Dan ketika semua unit berusaha mengimplementasikan strategi pemasaran masing-masing, maka diharapkan objektif utama perusahaan bisa tercapai. Inilah sebabnya mengapa penting sekali untuk membuat setiap strategi pemasaran terukur.

Dari berbagai macam strategi pemasaran yang ada, Metode IZSY yang dikembangkan oleh penulis mungkin dapat menjadi strategi yang tepat bagi perusahaan level micro, menengah dan macro:

1. Influence (Quality to Human)

2. Zoning (Human to Price)

3. Superiority (Price to Advertisement)

4. Yield (Advertisement to Quality)

Kuadran IZSY



Berdasarkan metode IZSY, seorang pakar strategi pemasaran dihadapkan pada 4 faktor penentu utama dalam hal pemasaran, yakni:

1. Human, menekankan kepada kualitas sumber daya manusia yang akan memasarkan suatu produk atau jasa tertentu.

2. Price, menekankan kepada harga produk atau jasa yang dipasarkan.

3. Advertisement, menekankan kepada pemasaran suatu produk atau jasa melalui iklan.

4. Quality, menekankan kepada kualitas dari produk atau jasa yang ditawarkan.

Faktor Quality dan Price disebut sebagai Determination (Penentu) sedangkan faktor Human dan Advertisement disebut sebagai Motion (Penggerak).

Metode IZSY mencoba untuk menggarisbawahi pada satu atau beberapa kendala yang harus segera diatasi ketika seorang pakar pemasaran mencoba memasarkan produknya dengan mengandalkan satu atau beberapa dari 4 faktor di atas.

Semisal si A memasarkan produknya dengan mengandalkan faktor staff pemasaran yang handal (Human) dan kualitas (Quality) produknya yang baik, maka kendala yang dihadapi adalah Influence (pengaruh) dari pemasaran produk tersebut terhadap konsumen. Umumnya pengaruh dari produk tersebut hingga ke telinga konsumen cukup lambat dan lemah. Tidak adanya faktor penggerak yang memiliki sales-force yang besar seperti iklan baik melalui media cetak atau media elektronik, mengharuskan staff pemasaran untuk mendatangi calon konsumennya sendiri atau istilahnya jemput bola. Di era di mana iklan di media elektronik seperti televise berperan dominan dalam menentukan pembelian suatu produk, si A diharapkan mampu memusatkan kinerja staff pemasarannya lebih kepada sosialisasi lengkap dari produk tersebut dan tentu saja core benefits dan keunggulan yang dimilikinya relatif terhadap produk sejenis.

Semisal si B memasarkan produknya dengan mengandalkan faktor staff pemasaran yang handal (Human) dan harga (Price) produknya yang lebih murah, maka kendala yang dihadapi adalah Zoning (penetapan daerah pemasaran/target pasar) dari pemasaran produk tersebut terhadap konsumen. Umumnya daerah pemasaran/target pasar dari produk cukup sempit sehingga si B diharapkan untuk tidak menjual produk yang bersifat mass.

Semisal si C memasarkan produknya dengan mengandalkan faktor harga (Price) produk yang lebih murah dengan faktor iklan (Advertisement), maka kendala yang dihadapi adalah Superiority (keunggulan) dari pemasaran produk tersebut terhadap konsumen. Umumnya keunggulan dari produk tersebut relative terhadap produk lainnya akan selalu menjadi pertanyaan bagi konsumen sehingga si C diharapkan mampu menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diajukan oleh konsumen mengenai produk tersebut.

Semisal si D memasarkan produknya dengan mengandalkan faktor iklan (Advertisement) dengan faktor kualitas (Quality) dari produk yang ditawarkan, maka kendala yang dihadapi adalah Yield (penghasilan) dari pemasaran produk tersebut terhadap konsumen. Umumnya penghasilan dari produk tersebut relative terhadap produk lainnya akan minim sehingga si D diharapkan mampu melakukan upaya-upaya seperti menekan harga produksi dari produk tersebut.

Apa yang terjadi apabila seorang pakar pemasaran mengedepankan faktor kualitas (Quality) produk yang baik dengan faktor harga (Price) lebih murah atau faktor staff pemasaran yang mumpuni (Human) dengan faktor iklan yang hebat (Advertisement)? Maka dalam hal ini, seorang pakar pemasaran akan dihadapi pada kendala yang kompleks; ada faktor penentu pembelian (Determination) tapi tidak ada faktor penggerak (Motion) dan sebaliknya. Semisal si A menjual produk dengan kualitas yang baik dan dengan harga yang lebih terjangkau namun tidak ada faktor penggerak sehingga strategi pemasaran si A dikhawatirkan tidak efektif menjangkau target pasarnya. Contoh lain, semisal si B menjual produk dengan mengharapkan pada faktor staff pemasaran dengan faktor iklan tanpa ditunjang faktor penentu sehingga strategi pemasaran si B dikhawatirkan tidak efisien dalam hal biaya.

Pakar pemasaran yang lebih mengedepankan faktor penentu saja untuk mendongkrak penjualannya disebut sebagai pakar pemasaran yang product oriented dimana ia berusaha menciptakan produk yang dirasa sesuai dengan kebutuhan masyarakat, yakni produk dengan kualitas premium namun memiliki harga yang lebih terjangkau daripada produk lain yang sejenis. Umumnya pakar pemasaran yang produk oriented tidak membutuhkan terlalu banyak staff pemasaran dan iklan untuk menjual produknya.

Lain halnya dengan pakar pemasaran yang lebih mengedepankan faktor penggerak untuk mendongkrak penjualannya disebut sebagai pakar pemasaran yang sales-force oriented dimana ia berusaha menjual produk yang tidak premium dengan membombardir konsumen melalui segenap staff pemasarannya yang handal dan iklan baik di media cetak atau elektronik. Keuntungan dari strategi ini adalah bisa ‘mengelabui’ persepsi konsumen dengan produknya yang tergolong biasa-biasa saja.

Dengan menggunakan metode IZSY diharapkan para pakar pemasaran dapat mengetahui kendala yang akan dihadapi dari pemilihan penekanan pada satu atau beberapa penentu pemasaran suatu produk dan menggunakan langkah-langkah preventif untuk mengatasi kendala tersebut yang dapat dikombinasikan pula strategi-strategi pemasaran yang telah lebih dulu dicetuskan seperti market dominance strategy, porter generic strategies, innovation strategies, growth strategies dan lainnya.

Nama yang serind dipakai sebagai nama barang

Harus diakui, tidak semua produk yang ada di Indonesia ditemukan di negeri ini. Terdapat beberapa produk yang hadir dan merupakan jenis barang baru yang diadopsi dari luar dan tidak jarang kemunculannya pertama kali dipopulerkan oleh suatu merk dagang tertentu.

Seiring dengan waktu, produk tersebut semakin populer dan banyak digunakan, yang pada akhirnya kemudian memunculkan merk dagang baru yang jenis produknya sama namun dengan merk & perusahaan yang berbeda. Namun karena sudah “terbiasa”, seringkali merk yang hadir pertama tersebut melekat di kebiasaan masyarakat dan seolah-olah menjadi jenis produk itu sendiri, saking telah melekatnya di masyarakat.

Contoh merk-merk tersebut diantaranya adalah :

1. Aqua. Sulit sekali rasanya ketika beli air minum dalam kemasan untuk tidak menyebut Aqua. Merk dagang ini memang sepertinya sudah sangat melekat sebagai ikon dari air minum/mineral dalam kemasan.

2. InFocus. Saking kuatnya merk dagang ini, sehingga seringkali kita salah menyebut proyektor digital dengan merk ini. Bahkan seringkali beberapa dosen pengajar komputer sekalipun pun menyuruh mahasiswanya, “Tolong bawaiin infocus-nya dong.” Padahal yang digunakan adalah merk Acer misalnya.

3. Botan. Merk sardene ikan dalam kaleng ini khususnya di kampung-kampung memang sudah menjadi trademark tersendiri.

4. Indomie. Sebagai pemimpin pasar mie instan, nama Indomie memang lebih dikenal daripada merk-merk lainnya.

5. Pentium. Nama pentium memang lebih dikenal daripada istilah prosesor komputer, sehingga seringkali beberapa orang ketika bertanya, “Komputernya pentium berapa ?”.

6. Sanyo (Pompa air).

7. Tipp-Ex. Adalah merek dagang dari perusahaan Jerman, Tipp-Ex GmbH & Co. KG yang memproduksi produk cairan pengkoreksi. Saking populernya merk ini, sehingga seringkali dipakai sebagai kata kerja yaitu men-tippex.

8. Aspirin. Merk obat yang diproduksi oleh perusahaan Bayer AG ini, kemudian digeneralisasi menjadi jenis obat demam.

9. Escalator. Kata umum untuk alat pengangkut manusia/barang (lift) ini, merupakan merk dagang dari perusahaan bernama Otis Elevator Company.

Redefinisi Pemasaran di Era Globalisasi


Menurut Profesor Waren Keegan sebuah perusahaan perlu adanya “perubahan” dalam menghadapi dunia yang makin terbuka.perubahan itu ada lima tahap, yaitu :

Tahap pertama : ketika sebuah perusahaan masih bersifat “domestic”, orientasinya cuma “home-market”.

Tahap kedua, kalau perusahaan tersebut sudah jadi international company, dia mulai meng-export produknya kebeberapanegara.

Tahap ketiga : jika sudah terjadi sinergi diantara aktifitasnya di beberapa Negara asing maka perusahaan tersebut patut di sebut mult-national company.

Tahap keempat : global company, sebuah perusahaan yang sudah melakukan global sourcing atau global marketing.

Tahap terakhir ; trans-national company, sebuah perusahaan yang sudah “melanggar” batas-batas Negara dengan melakukan global-sourcing dan global marketing sekaligus.

Bagaimana pendapat Porter, Hamel dan Prahalad.

Istilah competitive advantage atau “keunggulan bersaing” dipopulerkan oleh Michael Porter. Sedang core competence atau “kompetensi inti” dipopulerkan oleh Gary Hamel dan CK. Prahalad.

Gary Hamel meminta membayangkan ada tiga lingkaran, yang paling kecil adalah core competence terletak di dalam yang ukuran “tanggung”. Sedang lingkaran “tanggung” adalah capability terletak di dalam lingkaran besar yang di sebut lingkaran competitive advantage. Lantas gary Hamelmemberi contoh beberapa keunggulan bersaing yang bukan core competences. Misalnya keunggulan lokasi dan hak istimewa yang diberikan pemerintah. Itu semua menurut Porter merupakan keunggulan bersaing.

Scales of economies adalah salah satu keunggulan bersaingyang terpenting menurut Porter. Siapa bias menguasai market share, dia punya kemungkinan untuk memproduksi suatu produk dengan unit cost termurah. Learning curve yang konsepnya mengatakan bahwa bila secara akumulatif anda sudah memproduksi suatu produk yang sama dengan lebih banyak volume, maka anda akan bisa menurunkan ongkos produksi per unit.

Igor Ansoff yang merupakan pionir strategic management suka menggunakan istilah capability untuk menggambarkan kemampuan sebuah perusahaan dalam seluruh fungsinya untuk menghadapi persaingan di masa depan.

Sebuah kalimat dari Jack Weleh yang popular “ you have to be able to change your tyre without stopping your car !” Artinya, anda harus bisa ganti ban dengan tanpa menghentikan mobil yang anda kendarai. Jadi anda harus bisa menjalankan perusahaan anda dengan competitive advantage yang sedang dipunyai sambil terus menyempurnakan core competence untuk masa depan.

Tantangan abad 21

Kriteria penentuan pemenang yang suka dipakai Malcolm Baldrige di Amerika Serikat, bisa digunakan sebagai acuan untuk melakukan transformasi ini. Karena kriteria ini, cukup komprehensif dan punya tujuan jelas, yaitu menjadi suatu perusahaan yang kuat baik di bidang leadership maupun management dalam mencapai operational result maupun customer satisfaction.

Kembali ke konsep strategic Marketing plus 2000, saya menegaskan bahwa sebuah marketing company adalah sebuah perusahaan yang bisa menjamin terjadinya sustainable satisfaction untuk customer, people in the company maupun share holders.

Ada tiga hal utama yang merupakan marketing value bagi sebuah perusahaan marketing.

  1. Brand, sampai dimana kesungguhan perusahaan memelihara bahkan mempertahankan brand mereka ? pada dasarnya, konsumen lebih mengerti brand daripada produk. Karena itu, walaupun produk yang bagus penting tapi tidak akan ada manfaatnya kalau tidak ada brand yang punya equity kuat.
  2. Service, sejauh mana sebuah perusahaan mengaggap bisnis mereka adalah service-business ? sebab apa pun jenis bisnis mereka pada akhirnya konsumen tidak membeli produk plus service tapi sebuah paket service yang terdiri dari produk plus komponen lain.
  3. Process, sejauh mana sebuah perusahaan telah berhasil membuat dirinya jadi process based dan bukan function based. Sebab, pembagian kerja berdasarkan fungsi itulah yang membuat orang tidak bisa merasa total berada dalam proses pelayanan konsumen.

Tiga hal tersebut merupakan cirri dari sebuah marketing company yang diperlukan Indonesia menghadapi abad 21.

Peran El Ries dan Jack Trout

Baginorang yang berkecimpung di dunia pemasaran, nama El Ries dan jack Trout boleh dikatakan sangat di kenal. Kontribusi terbesar mereka adalah istilah positioning tanpa terasa tahun 1994 yang lalu, terminology ini sudah berusia 25 tahun. Mereka baru saja merayakan ‘pesta perak”dari positioning, karena istilah ini pertama kali diluncurkan pada tahun 1969.

Dalam buku mereka yang pertama dan paling laris, Al Ries dan Jack Trout mengatakan bahwa positioning bukanlah tentang apa yang anda perbuat pada sebuah produk. Tetapi tentang apa yang anda perbuat pada benak konsumen.

Contohnya adalah : “7-up is the un-Cola” dengan mengatakan hal tersebut maka 7-up berusaha untuk meyakinkan konsumen bahwa memang di bukan Cola. Begitu “generic” nya Cola sebagai softdrink di Amerika, sehingga orang Amerika menganggap kedua hal tersebut sebagai sama saja. Karena itu, dengan menyebut 7-up sebgai bukan Cola, maka minuman ini jadi lain.

Dengan jelas, di buku maupun ceramah mereka pun, Kotler berpendapat bahwa seorang pemasar harus menentukan cara membagi (segmentation), menentukan pasar sasaran (targeting), dan menentukan positioning terlebih dahulu. Setelah pekerjaan itu selesai barulah pekerjaan yang lain boleh dilakukan.

Kotler mengatakan bahwa marketing mix adalah taktik pemasaran yang mengacu pada strategi yang telah ditentukan lebih dahulu.

Dengan membagi posisi sebuah perusahaan menjadi empat, maka ada empat strategi “perang’ yang mereka tawarkan seperti defensive, offensive, lanking, dan guerilla. Walaupun mereka menyebut sebagai stategi pemasaran, tapi sebenarnya, kalau kita teliti dalam membaca buku tersebut, mereka lebih banyak menekankan “perang” periklanan.

Mengapa warthon nomor satu

Business week edisi 24 Oktober 1994 “menobatkan” Wharton sebagai the best B-School. Dengan demikian, dinilai dari criteria kepuasan stakeholder yang terdiri dari graduating student and recruiter, Wharton mengungguli sekolah bisnis bergengsi Northwestern, Chicago, Stanford bahkan Harvard.

Dalam konsep Marketing Plus 2000, selain Segmentation - Targeting, Positioning, Differentiation – Marketing Mix dan Selling, juga terdapat unsure brandyang sangat penting selain service dan process yang biasanya di anggap berada di luar fungsi marketing.

Brand biasanya masuk dalam unsure produk dalam pemasaran dan service biasanya di anggap sebagai salah satu “paket produk” tertentu. Padahal pada saat ini, posisi brand jadi semaki9n penting, justru pada saat brand loyalty lagi merosot. Sedang Service quality bukan Cuma unsure orang-orang berkualitas,tapi harus di buat untuk kepuasan pelanggan. Dan, akhirnya, setiapproses, terutama yang bersifat cross – functional harus ditinjau terus menerus untuk mendapatkan dan mempertahankan keunggulan bersaing. Warren keegan, ahli global nmarketing, menyatakan bahwa integrasi pada saat inisemakin dibutuhkan karena kompetensi jadi semakin global.

Memanfaatkan parade bunga

Di dalam setiap Rose Parade, siaran langsung televise ditonton oleh jutaan pasang mata di seluruh Amerika. Rombongan Indonesia itu sudah merupakan the living advertisement atau iklan berjalan tentang Negara kita dari tahun ke tahun. Hal ini perlu untuk memperkenalkan bahwa Indonesia memang beraneka ragam. Tetapi yang penting di ingat adalah bahwa sebaliknya tidak merubah-rubah Country Positioning. Ketika pertama kali kita menggunakan The Spicy Island untuk menunjukan bahwa Indonesia adalah penghasil rempah-rempah yang terkenal.

Film Forrest Gump

Bagi orang Amerika, film Forrest Gump merupakan gambaran dari American spirit (semangat Amerika). Film ini adalah sebuah film tentang kepemimpinan atau leadership. Pemimpin yang berhasil membuat anaknya berhasil ! Seorang pemimpin sejati adalah pemimpin yang berhasil membuat anak buahnya bisa berprestasi sesuai bahkan melebihi kapasitasnya.

Paling sedikit ada tiga pelajaran “kepemimpinan” dari film tersebut yang bisa di pakai, diantaranya adalah :

  1. 1) Berikan keyakinan pada anak buauh anda bahwa mereka tidak perlu minder pada orang lain. Tanamkan rasa percaya diri mereka bahwa mereka pun bisa membuat karya-karya besar kalau mereka mau.
  2. 2) Kembangkan anak buauh anda sesuai dengan personal strength-nya. Sebagai pemimpin, anda harus membantu mereka untuk mencari “sesuatu” dalam diri mereka yang mempunyai potensi besar untuk dikembangkan.
  3. 3) Cintailah anak buah anda dengan setulus hati. Kalau mereka merasakan cinta anda yang sesungguhnya, maka mereka akan menerima kekuatan yang hebat.


Menghidupkan kembali the beatles

I am Ringo, I play the drum ! And I am Paul, I play the bass ! I am George, I play a guitar ! I am john, I too, play guitar sometimes I play the flute !

Ra,ra,ra,ra,ra, ra…

The Beatles merupakan suatu kasus marketing yang menarikkarena mereka tetap punya loyalitas yang tinggi di antara penggemarnya. Hal ini bisa dijelaskan dalam konsep Brand-Equity dari David Aaker.

The Beatles punya tingkat brand awareness yang cukup tinggi. Hamper semua orang yang suka musik tahu namanya. Hebatnya, awareness ini bisa di-extend dari satu generasi ke generasi berikutnya.

The beatles, ingat musiknya yang “kelas” dari zaman ke zaman. Musik The Beatles memang selalu berganti warna tetapi musik tersebut yang asli diasosiasikan sebagai tidak terlalu ngerock,tapi lebih “berbau” country dan western.

Segala musik “Beatles” dianggap punya kualitas bahkan musik mereka termasuk dalam kkkurikulum akademi-akademi musik untuk dipelajari dan dianalisis. Factor pembentuk brand-equity yang terpenting adalah brand-loyalty ! walaupun Beatles sudah bubar dan John Lennon sudah iada, orang masih setia mendengar musik dan membeli Cd ataupun kaset mereka. Dukungan para penyalur dan dipegangnya hak paten dari masing-masing mereka.

Buat apa produk baru ?

Peluncuran produk-produk baru memang harus dilakukan terus menerus. Bukan Cuma di entertainment industry seperti dufan dan Disneyland. Tetapi pada semua industri.

Kalau produk Life Cycle anda sudah mulai masuk tahap early maturity, maka sebaliknya anda sudah mempunyai produk baru yang siap diluncurkan. Kalau anda memnunggu sampai ke tahap late maturity, semuanya sudah terlambat. Sebentar lagi produk anda akan decline dan pada waktu itu anda panik.

Produk yang berada di tahap maturity memamng merupakan penghasil uang bagi perusahaan atau sering di sebut “sapi perahan” ataui cash cow. Produk inilah yang biasanya harus membiayai peluncuran produk baru yang masih merupakan question-mark. Produk ini juga harus membuat produk baru itu jadi “star”.

Agar, kalau cash cow sudah jadi dog yang siap di harvest atau di milking, sudah ada produk calon pengganti cash cow berikutnya.

Meluncurkan produk baru penting, terutama karena anda harus mempertahankan bahkan memperkuat brand-equity yang sudah dipunyai.

Berdasarkan profilitu, anda lantas bisa pilih strategi inovasi yang cocok. Mau pakai aggressive leadership, solid leadership, creative imitation, efficient imitation, niche, atau marketing innovation. Kalau strategi yang dipilih match dengan profil yang ada, paling tidak, resiko bisa dikurangi dan hasil bisa dioptimalkan.

Pengunjung dari berbagai etnis, kalangan, dan penghasilan. Mulai dari orang bugis, Jawa, china, bahkan kadang-kadang bule makan di warung mie. Mulai dari mahasiswa, pegawai negeri, karyawan swasta, sampai ke bos-bos denan berbagai macam tingkat penghasilan jadi langganan. Sekarang, strategi diubah. Hanya mie ayam tak ada lagi mie babi lagi ! kalau sekarang anda makan di sana, Cuma di tanay mau “kecil” atau “besar” artinya mau porsi kecil atau porsi besar ? di Surabaya,, model mie seperti itu lazim di sebut Ta-mie. Sedang di Jakarta, di sebut I-fumie.

Pada taxi, ada kalimat indah yang tidak bisa di buat oleh sembarang sopir di kartu nama tersebut, yaitu :

HAVE LONDON CAB WILL TRAVEL. You can call me whenever you need me Day or Night !

Ada unsure differentiation di situ. London taxi memang beda dari taxi biasa. Untuk mengingatkan customer, ada gambar taxi di sana. Selain itu yang penting, personalized service dinyatakan pada personal availability Sumasri sunar selam 24 jam sehari. Karena itu nomor telepon rumah bahkan no pager dicantumkan di situ. Itulah yang di sebut “kemudahan di akses” kalau anda sellu mengatakan untuk melayani orang, tapi pada kenyataannya sulit di cari. Sama saja bohong !

Trend setter bukan follower

Kalau anda mau memuaskan orang, sekedar memenuhi harapan konsumen tidak cukup. Tapai anda harus melebihi harapannya. Buatlah konsumen anda senang karena tidak menyangka sebelumnya, bahwa hal itu akan terjadi.

Daisho punya keistimewaan karena merupakan restoran Jepang yang pertama di Jakarta yang menggunakan “ban berjalan” untuk memutar makanan yang disediakan di Sushi bar. Daisho termasuk resturan yang OK. Kualitas makanan dan masakan memang tidak “sedahsyat” Sumire di Grand Hyatt atau Nippon-kan di Hilton tapi harga Daisho Cuma kurang lebih separuh dari kedua restoran yang ada di hotel bintang lima itu.Kalau anda hanya mau “BELAJAR” dari industri anda sendiri, maka anda tidak akan bisa kreatif. Belajarlah dari industri orang lain.

Bawa “masuk” kedalam industri anda dan sudah tentu mesti ada modifikasi. Tapi ada yang “baru” dan selalu bisa di transfer. Not Just Follower! Apalagi, seperti yang tertera dalam Marketing Plus 2000, bahwa kalau kompetisi sudah semakin meningkat bahwa semua industri akan punya sifat yang sama dengan service industry.

Menantang atau menatap

Suatu industri yang menarik tentunya akan memberi peluang untuk menghasilkan relative lebih tinggi! Setelah itu Porter mengajarkan pada kita untuk memutuskan strategi dasa. Mau jadi differentiation atau cost-leader supaya bisa dapat margin yang relative lebih tinggi disbanding pesaing di dalam industri yang sama!

Kedua strategi generic itu bisa diterapkan secara narrow atau broad. Perusahaan kecil diajarkan hanya untuk melayani beberapa segmen pasar saja atau ber-fokus. Sedang yang besar boleh saja melayani banyak segmen.lantas? Porter mengajarkan perusahaan untuk mencari sumber dari suatu keunggulan bersaing dan berusaha mempertahankan.

Ada sembilan elemen yang ditawarkan! In bound,production, out-bound, marketing, service, human resources, technology, infrastructure, dan procurement. Kalau bisa unggul pada salah satu atau lebih elemen-elemen tersebut dalam hal differentiationatau cost, maka anda akan punya peluang untuk mendapatkan margin jadi besar dari pesaing.

Bermimpilah untuk melakukan suatu industri baru! Buatlah aturan baru. Berkoalisilah bila perlu, supaya kompetensi inti anda bisa mengembang. Jangan takut untuk mencoba di pasar. Dan lanjutkan kepeloporan anda dengan melakukan penetrasi ke pasar global dengan menggunakan suatu banner brand.

Jogger mengejar kebahagiaan

Jogger merupakan sebuah took di Bali yang unik dan pemilik took tersebut rupanya juga sangat unik. Ia pun di panggil pak Joger.

Ia sendiri menyebut tokonya sebagai Handicraft Centre, The Big Shop With Small Price! Apa saja yang di jual di situ dari mulai T-shirt, keramik, poster, peralatan dari bamboo maupun rotan, batik, dan sebagainya.

Untuk lebih menghayati kreatifitasnya, coba simak”Perintah Harian” yang dikeluarkan pak Joger untuk para karyawannya.

PERINTAH HARIAN

1) Sambutlah semua pengunjung dengan salam “good morning selamat pagi!” tidak peduli apakah pada saat itu pagi, siang atau sore, selalu “good morning selamat pagi!”
kalau pengunjung itu sudah berada di tempat kita lebih dari 15 menit, harus segera dibawakan satu botol softdrink atau air sehat dan bersih.

2) Kalau pengunjung itu berada di Joger lebih dari 3 jam harus dibawakan snack (cemilan).

3) Kalau ternyata pengunjung itu betah sampai delapan jam langsung disiapkan kasur dan bantal. (tetapi agak sulit karena jogger hanya buka 7,5 jam saja).

4) Semua orang baik-baik harus dilayani secara baik-baik. Tapi orang yang tidak baik tidak harus dilayani secara tidak baik.

5) Jangan berdebat soal selera. Hargailah selera orang lain! Baik untuk kita belum tentu baik untuk orang lain.

6) Ingatlah semboyan kita yang sudah terkenal : “belanja atau tidak belanja tetap thank you”.

Saudara dari selatan

Quelch mengajar tentang trend pemasaran tahun 2000,terutama yang berkenaan dengan dampaknya pada consumer product. Sedang dalamHarvad Business Review, edisi September-Oktober 1994, Quelch menulis sebuah artikel pemasaran tentang bahaya nya suatu product proliferation.

LABC atau Indonesia Australia Business Counsil yang sudah ada merupakan wadah bagi pengusaha darikedua negara. Wadah ini dapat dijadikan forumpertemuan untuk melancarkan hal tersebut. Dengan demikian, diharapkan bahwa sikap proaktif dari pemerintah Australia ini bisa dimanfaatkan dalam situasi win-win untukkedua belah pihak.

Masih banyak teknologi pertambangan,pertanian, dan property, misalnya,yang bisa kita pelajari dari mereka. Sementara itu, kunjungan Gubernur Jawa Timur Basofi Sudirman ke Australia Barat juga akan semakin mempererat hubungan kedua daerah secara “politis”.

Kalau Jepang saja yang pernah menjajah kita, dianggap sebagai “saudara tua”, mengapa kita tidak menganggap Australia sebagai “saudara dari selatan”. Sekali lagi,yang penting harus win-win.

M. Ciputra, Babson dan entrepreneurship

Kalau universitas lain mencetak sarjana ekonomi yang diharapkan jadi manajer, Ciputra ingin lulusan UNTAR bisa jadi entrepreneur. Karena hanya entrepreneur yang bisa melihat peluang, mengambil resiko, dan membukalapangan pekerjaan.

Babson College menduduki ranking teratas di antara Business Specialty School lain dengan mempertimbangkan factor-faktor reputasi akademik,selektifitas mahasiswa, sumber daya pengajar, sumber daya keuangan, tingkat kelulusan dan kepuasan para alumni.

Babson Graduate School of Business cukupunik, karena merupakan pelopor perombak kurikulum untuk program MBA nya. Pada tahun pertama di Babson, mahasiswa langsung di ajak berdiskusi tentang inovasi,entrepreneurship, thinking, quality as a competitive advantage, global perspective, dan leadership.

Untuk orang asing yang tidak berbahasa inggris rata-rata angka TOEFL di Babson adalah 620! Sedang untuk anak-anak lulusan high school di Amerika sendiri, rata-rata SAT adalah 1100.

Dengan makin menglobalnya dunia, maka ucapan ahli ekonomi J.B.Say semakin menjadi kenyataan. “Kekuatan ekonomi suatu negara ditentukan oleh jumlah entrepreneur di negara tersebut.

Pekerjaan rumah kita

“This is the best book on entrepreneurship”. Pada buku tersebut mengupas tiga teori sosiologi yang erat hubungannya dengan judulnya.

Pertama, Theori Of Middleman Minorities dari Edna Bonavich yang dipakai sebagai landasan teori dalam bidang ini. Secara umum, teori ini mengatakan bahwa rasa tau etnis “yang terjepit” dan “dimusuhi” suatu negara, biasanya akan membangun “economic security” dengan memainkan peran “middleman position” didalam suatu struktur kapitalisme.

Kedua, buku Prof. Butler juga menyinggung pandangan Ivan Light tentang collectivism. Teori Light ini lebih menekankan pada interaksi atribut budaya dalam suatu kelompok etnis yang akan memperkuat solidaritas di antara mereke.

Ketiga, teori ethnic enclave yang banyak disebut oleh Alex Portes dan Robert Black dalam buku Latin Journey. Orang-orang Cuba di Miami merupakan suatu enclave yang sangat solid dan cukup berhasil. Mereka saling tolong menolong dan dengan demikian mereka tidak sekedar survive tapi juga sangat berhasil, setelah melarikan diri dari negara yang sedanmg diperintah oleh Fidel Castro.

Prof. Butler menunjuk pendapat Joel Kotkin dalam bukunya Tribes yang menyatakan ada lima ras yang dianggap orang Inggris, Yahudi, Jepang, China dan India. Mengapa? Karena dengan cara yang berbeda orang-orang inipunya tiga hal:

1) Pertama, mereka punya identitas etnik yang kuat dan sense of mutual dependence yang akan saling membantu kelompok mereka dalam melakukan adjustment terhadap perubahan-perubahan politik dan ekonomi tanpa kehilangan identitas.

2) Kedua, mereka sudah punya global network berdasarkan mutual trust yang memungkinkan mereka berfungsi secara kolektif melewati batas-batas negara.

3) Ketiga, mereka mempunyai passion untuk selalu mempelajari bahkan bila perlu membeli technicial knowledge dan pengetahuan lain dari mana saja di tambah dengan open-mindedness mereka yang dapat mempercepat pengembangan ilmiah dan intelektual yang diperlukan untuk sukses pada abad ke-21.

NEWSCAFE, Selamat datang di kota nomor 6

Mengapa NEWSCAFE mempunyai clear positioning yang disukai oleh target marketnyayaitu professional muda, juga yang sebenarnya tidak muda lagi tapi masih berjiwa muda.

1) Pertama, tempat makan dan minum seperti itu terutama yang punya global brand belum ada di Surabaya.kelihatannya, mereka pada “ngeri” untuk buka di Surabaya.

2) Kedua, tempat nongkrong di hotel-hotel bintang yang ada di Surabaya pada saat ini, belum ada yang punya image cukup kuat dan dominant.

3) Ketiga, lokasinya di jalan Panglima Sudirman cukup strategis, walaupun “Cuma” satu arah.

4) Keempat, banyak orang Surabaya yang sudah pernah ke NewsCafe di Jakarta. Pada umumnya mereka menunggu-nunggu kapan NewsCafe Surabaya akan di buka.

AUDIT PEMASARAN BERDASARKAN “STRATEGIC MARKETING PLUS 2000

A. PENDAHULUAN

Kotler, Gregor,dan Rodgers (1997) memberikan definisi audit pemasaran sebagai :

Audit pemasaran adalah pemeriksaa terhadap suatu perusahaan atau unit bisnis secara komprehensif, sistematis, independent, dan berkala. Unsure-unsur yang dilibatkan dalam audit adalah lingkungan, objek, strategi, dan aktifitas pemasaran untuk melihat masalah dan kesempatan dan memberikan rekomendasi untuk meningkatkan kinerja pemasaran dari perusahaan atau bisnis unit.

Komprehensif

Audit pemasaran tersebut harus mencakup semua aktifitas pemasaran yang relevan dan bukan sekedar melihat masalah pemasaran dalam ruang linkup yang sempit. Dengan demikian, audit pemasaran tidak dimaksudkan untuk mencoba bagaimana suatu perusahaan mengatasi masalah yang berhubungan dengan masalah pemasaran secara spesifik, misalnya masalah penetapan harga.

Sistematis

Audit pemasaran harus melibatkan tahapan diagnosis yang telah disusun sesuai denganlogika atau merupakan suatu rangkaian langkah yang terintegrasi dengan baik.

Independent

Audit pemasaran yang baikharus dilakukan secara objektif dan tidak bias. Oleh karena itu, walaupun suatu audit pemasaran dapat dilakukans secara internal oleh para manajernya, objektifitas dari audit tersebut harus dipertahankan. Kesulitan untuk mendapatkan audit pemasaran yang objektif inilah yang mendorong banyak perusahaan melakukan audit pemasaran dengan bantuan para konsultan.

Periodic

Agar audit pemasaran benar-benar berguna untuk memperbaiki kinerja pemasaran perusahaan tersebut, suatu audit harus dilakukan secara berkala. Hal ini memungkinkan perusahaan untuk terus dapat memonitor posisi mereka terhadap peasing dan perubahan lingkungan bisnis dari industri di mana mereka berada di dalamnya.

Pre emptive strike strategy

Saya ingin menceritakan tentang kesuksesan WalMart perusahaan retail yang sukses menguasai pasar. Di Kota Tarakan ini sih gak akan kita temukan. WalMart yang awalnya sebagai perusahaan retail kecil mungkin setara dengan minimarket kalau disini seperti indomaret tapi mampu menguasai pasar dan tidak kalah dengan


perusahaan retail raksasa (carefour dan semacamnya).

Yang menarik adalah bagaimana koq bisa ? Strateginya bagaimana? Tenyata WalMart ini sangat cerdas. Dia menggunakan “Strategi Pre Emptive Strike” yaitu Siapa yang Cepat masuk maka Dia yang Menang. WalMart masuk ke desa-desa dan mendirikan minimarket yang pertama. Dia yakin di daerah kurang menarik bagi pemain besar. Nah dengan menjadi pemain pertama dan tunggal maka dia akhirnya menjadi market leader di sana. Karena sudah adanya pemain yang mapan, maka para kompetitor pun akhirnya enggan untuk masuk dan bersaing. Sekarang ini WalMart telah tumbuh dimana-mana.

Itu dia sekilas Strategi yang digunakan oleh WalMart. Kecil bisa saja menang, tinggal bagaimana kita mengetahui kekuatan dan kelemahan lawan. Sebagai contoh adalah kekuatan “Bola Salju”. Awalnya adalah kecil, namun setelah menggelinding maka akan semakin membesar dan besar dan punya kekuatan menghancurkan. Itu lah pentingnya sebuah Strategi.
Pemasaran dari mulut ke mulut yang sering kita lihat disekitar kita itu lah Word of Mouth (WOM). Pemasaran yang simple, tidak membutuhkan biaya besar namun efektifitasnya sangat besar. Apalagi dengan behaviour masyarakat Asia khususnya Indonesia yang suka berkumpul dan bersosialisasi untuk bercerita akan hal-hal yang mereka sukai dan alami. Misalkan seorang ibu yang dulu ketika anaknya masih bayi merasa cocok dan senang

dengan susu formula tertentu untuk anaknya, maka dia pun akan terush berusaha merekomendasikan kepada rekan dan saudaranya. Oleh karena itu Word of Mouth pun bisa terjadi, meskipun dia saat ini sudah tidak membeli produk kita lagi.

Di era modern ini pun WOM tidak hanya dilakukan melalui face to face, namun sudah memanfaatkan teknologi yang ada contoh memberitahukan sesuatu ke teman melalui email dan juga website. Contoh ada seseorang menyukai produk ponsel brand tertentu kemudian dia menampilkan informasi dan mereview dalam website/blog dia. Tanpa sengaja orang tersebut sudah melakukan Word of Mouth.

Kunci utama dari WOM adalah kita harus memiliki opinion leader yaitu orang yang memiliki kekuatan untuk mempengaruhi sebuah keputusan (influencer). Para opinion leader pada umumnya akan lebih didengar karena mereka mungkin dianggap memiliki pengetahuan dan pengalaman yang lebih. Opinion leader merupakan aset penting bagi perusahaan. Ketika kita dapat memuaskan mereka maka akan sangat menentukan efektifitas WOM yang kita lakukan.

Sering kita lihat perusahaan memfasilitas opinion leader atau memberikan kesempatan bagi mereka untuk mencoba lebih dulu. Misalkan ketika perusahaan mengeluarkan produk mobil mereka kadang mengundang pembalap untuk merasakan dan memberikan opini terhadap produk tersebut. Diharapkan dari opini tersebut dia akan merekomendasikan kepada orang lain dan di sekitarnya.

Memang sulit untuk melakukan assestment terhadap keberhasilan dan efektifitas dari WOM. Namun Dari beberapa hasil penelitian pun telah menunjukkan bahwa WOM sangat memberikan pengaruh. Paling tidak strategi pemasaran WOM ini dapat kita lakukan sebagai komplemen dari aktivitas promosi yang kita lakukan.